Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Nasabah Pilih Asuransi Karena Premi Dikembalikan

Posted by jktcgnadm

JAKARTA - Hasil survei skor kesejahteraan yang dilakukan Cigna di awal 2018, sebanyak 79 persen masyarakat Indonesia merasa bahwa asuransi itu penting untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko finansial.

Karena itulah, 69 persen masyarakat Indonesia ingin membeli asuransi tahun ini. Namun, menurut survei Ipsos pada 2015, pengembalian premi merupakan salah satu faktor utama bagi nasabah ketika memilih produk asuransi.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia cenderung memilih produk perlindungan yang tidak hanya memberikan manfaat jika risiko terjadi, namun juga jika risiko tidak terjadi,” kata Presiden Direktur Cigna Indonesia, Herlin Sutanto saat peluncuran produk asuransi Cigna Exclusive Protection Plus di Jakarta, Selasa (23/10).

 

Produk Baru - Presiden Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto (tengah) bersama Chief Distribution Officer Cigna Indonesia Dini Maharani (kiri) dan pengamat sosial Devie Rahmawati meluncurkan Cigna Exclusive Protection Plus di Jakarta, Selasa (23/10).


Dia menjelaskan, Cigna Exclusive Protection Plus merupakan produk perlindungan jiwa term life yang memberikan manfaat uang pertanggungan hingga 20 miliar rupiah, serta pengembalian premi 160persen hanya dalam jangka waktu 15 tahun.

Cigna Exclusive Protection Plus juga solusi perlindungan jiwa berjangka yang tidak hanya memberikan manfaat ketika terjadi risiko, tapi juga memberi kepastian finansial ketika tidak terjadi risiko.

“Kami percaya bahwa produk perlindungan jiwa merupakan salah satu rasa aman yang dapat kita miliki karena kita percaya bahwa keluarga yang kita cintai tetap sejahtera, terlepas dari segala risiko dalam hidup,” jelas Herlin.

Chief Distribution Officer Cigna Indonesia, Dini Maharani, menambahkan pada produk terbaru itu, nasabah cukup membayar premi selama lima tahun untuk perlindungan selama 15 tahun.

Nasabah bisa mendapatkan manfaat perlindungan hingga 20 miliar rupiah dan pengembalian premi sebesar 160 persen dari total premi yang telah dibayarkan di akhir masa perlindungan, jaminan premi tetap selama pembayaran premi, serta kesempatan nonton gratis setiap bulannya.


Peluang Bisnis


Pada kesempatan itu, Herlin menyatakan optimistis pada pertumbuhan kinerja perusahaan, termasuk peluang bisnis di tahun depan.

“Pencapaian masih positif hingga akhir tahun. Kami berpacu pada produk proteksi yang lebih banyak ke proteksi kesehatan dan jiwa. Tetapi tidak menutup kemungkinan memperbaiki produk dari sisi investasi,” tambah dia.

Hal tersebut juga akan dilanjuti pada tahun depan. Memang, berdasarkan survei ada peningkatan kebutuhan kaum senior. Hasil survei itu akan menjadi pertimbangan Cigna di Indonesia untuk menghadirkan produk untuk para kaum senior atau usia matang.

Ia menambahkan, walaupun banyak pihak mengkhawatirkan akan tahun politik di 2019, tetapi Cigna masih memiliki optimisme tinggi. Apalagi melihat penetrasi industri asuransi jiwa yang masih rendah.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), penetrasi asuransi jiwa mencapai 7,1persen.

Kepala Departemen Hubungan Internasional AAJI Nelly Husnayati mengatakan, angka penetrasi itu dilihat dari besarnya jumlah tertanggung perorangan terhadap jumlah penduduk. Total tertanggung industri asuransi jiwa pada kuartal IV 2017 sebesar 65,53 juta orang atau tumbuh 14,5persen.

“Penetrasi di Indonesia masih sangat rendah, jadi peluang masih besar. Pertumbuhan juga akan terus berkembang. Tahun depan adalah tahun politik, tetapi kami dan pelaku industri asuransi akan terus memberikan solusi,” tambah Herlin. ahm/AR-2

 

Sumber Foto dan Artikel ini dilansir dari halaman Koran Jakarta