Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Para Traveller Wajib Persiapkan Ini di Era New Normal

Posted by setyo

Salah satu hal yang berubah sejak Covid-19 dinyatakan pandemik adalah mati surinya dunia pariwisata. Batas-batas negara mendadak tidak bisa dilintasi dengan adanya penerapan lockdown. Tidak hanya kegiatan berwisata mancanegara yang terkendala, menjadi turis domestik pun mustahil dilakukan dalam kondisi pembatasan demi mencegah rantai penyebaran virus itu.

Namun kini, setelah pembatasan dilonggarkan di dalam negeri, para traveller atau pelancong mulai punya harapan. Beberapa kawasan wisata di zona hijau sudah mulai dibuka untuk mendongkrak perekonomian. Sejumlah negara juga sudah melonggarkan lockdown mereka.

Mereka yang biasanya punya jadwal rutin berpelesir, tentu sudah tidak sabar menyusun itineraries. Selama berdiam diri di rumah, mungkin Anda sudah mengidam-idamkan perjalanan ke tempat wisata favorit atau yang sudah masuk daftar lokasi incaran sejak lama.

Tapi, jangan lupa, berwisata di era new normal tentu tidak sama dengan dahulu sebelum ada Covid-19. Perubahan-perubahan yang tetap akan kita bawa dalam kehidupan sehari-hari ini demi menjaga diri tetap aman dari penyebaran virus tersebut.

Perubahan besar juga akan terjadi di dunia pariwisata. Kita sebagai turis, tidak bisa asal-asalan melakukan perjalanan wisata tanpa persiapan yang matang. Ada sejumlah protokol yang mesti Anda tahu dan menjadi guidance dalam menyusun rencana perjalanan. Apa saja itu?

 

Baca Juga: Saatnya Kembali Ke Kantor, Ikuti Tips Aman Di Kendaraan Umum Berikut

 

Riset awal untuk pilihan lokasi

 

Dalam kondisi seperti sekarang, sebaiknya Anda memiminalisasi risiko terjadinya hal yang tidak diinginkan dalam berwisata. Caranya adalah dengan mencari tahu lokasi-lokasi mana yang sudah lebih aman untuk dijadikan tujuan. Misalnya di Indonesia, lokasi wisata yang sudah dibuka adalah di kawasan yang sudah berstatus zona hijau. Anda perlu lakukan riset kecil-kecilan untuk menentukan lokasi yang akan Anda tuju.

Riset ini juga akan membantu Anda untuk mengetahui syarat-syarat dari sebuah negara atau lokasi wisata tertentu dalam menerima pendatang atau turis. Misalnya, menjalani tes cepat Covid-19, menjalani karantina selama dua pekan, dan lain sebagainya. Jangan sampai karena kurang riset, jadwal pelesiran yang sudah Anda susun jadi runyam.

Negara-negara yang masih memberlakukan karantina panjang bagi para pendatang luar negeri, sebaiknya dicoret dari daftar tujuan wisata. Kecuali Anda memang berencana liburan panjang dengan budget yang mencukupi. Sebab, kalau harus menghabiskan dua pekan dalam karantina, itinerary jalan-jalan Anda bisa jadi sia-sia.

 

Solo travelling dan staycation bisa jadi pilihan

 

Memang seru tentunya melakukan perjalanan bersama teman-teman atau klub jalan-jalan Anda. Tapi kalau memungkinkan, solo travelling alias melakukan perjalanan seorang diri saja, akan menjadi pilihan yang lebih baik di kondisi saat ini. Apalagi dalam kondisi liburan yang akrab, Anda mungkin saja mengabaikan prinsip-prinsip physical distancing seperti yang ditetapkan dalam protokol kesehatan dasar.

Selain itu, menyusun itenerary bisa jadi sangat menantang dalam kondisi ini. Kamu harus benar-benar cermat memilih lokasi yang akan dikunjungi dan transportasi di kota atau negara yang dituju. Yang paling aman adalah staycation. Anda dapat mengoptimalkan budget penginapan dan memilih yang benar-benar luxurious. Tinggal fokus menikmati momen bersantai di sana dan meminimalisasi kunjungan-kunjungan ke objek wisata di luar.

 

Utamakan pakai kendaraan pribadi

 

Hal lainnya yang perlu Anda perhatikan adalah pilihan transportasi. Sesuai dengan prinsip social distancing, transportasi umum menjadi tempat yang rentan dalam penularan virus corona. Kini, meski transportasi umum sudah dibuka hal ini juga perlu masuk dalam pertimbangan Anda.

Jika memungkinkan, kendaraan pribadi sebaiknya masih menjadi pilihan utama Anda. Apalagi jika Anda akan berwisata bersama keluarga. Tapi jika Anda memang akan memilih transportasi umum, persiapkan segala pengetahuan tentang protokol kesehatan yang berlaku. Lakukan pemesanan tiket dan check in secara online untuk mengurangi kontak fisik.

Jika Anda naik pesawat terbang atau kereta api misalnya. Anda akan diminta tidak banyak menyentuh banyak benda, seperti gagang kursi dan pintu, jendela, dan lainnya. Jika terlanjur, langsung cuci tangan dengan sabun. Saat akan menggunakan toilet, jangan lupa bersihkan terlebih dahulu dudukannya dengan tisu basah antibakteri.

Faceshield menjadi pilihan terbaik digunakan dalam transportasi umum untuk melindungi area wajah. Sebab, perjalanan bisa jadi memakan waktu lama dan Anda mungkin akan merasa pengap jika menggunakan masker selama itu. Apalagi Anda mungkin melepaskan masker sesekali untuk makan dan minum.

 

Siapkan "peralatan perang"

 

Selain masker dan faceshield, Anda perlu menyiapkan satu pouch khusus untuk menyimpan berbagai perlengkapan untuk menjaga Anda tetap higienis alias hygiene kit. Di dalamnya jugan lupa siapkan hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, sabun cair, obat, suplemen dan vitamin, hingga disinfectan spray. Usahakan kamu menyiapkan wadah berukuran kecil yang praktis dibawa selagi berjalan ke mana pun, selain juga stok dalam jumlah besar di dalam koper Anda.

Bawa juga alat makan dan minum serta perlengkapan ibadah pribadi untuk mengurangi risiko penularan virus dari benda-benda yang dipakai bersama. Usahakan yang dalam formal travelling agar tidak merepotkan dan memakan ruang dalam tas Anda.

 

Baca Juga: Saat Pandemi Usai, Hal-Hal Ini Yang Tertinggal Pada Kita

 

Pastikan kondisi kesehatan Anda prima sebelum berangkat

 

Seberapa matang pun persiapan Anda dalam riset dan packing, tidak akan ada artinya jika Anda tidak bugar ketika akan berangkat. Pastikan kesehatan Anda terjaga sebelum melakukan perjalanan ini karena itulah modal terpenting untuk melawan virus. Jika waktu perjalanan yang ditetapkan masih jauh, perbanyaklah olahraga dan atur nutrisi makanan Anda. Bisa juga tambah suplemen untuk menjaga daya imunitas tubuh.

Anda juga perlu untuk membuat perlindungan dengan menyiapkan asuransi kesehatan. Apalagi di kondisi seperti ini, berbagai risiko perlu Anda perhitungkan. Lebih baik mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan agar masalah kesehatan tidak menyebabkan persoalan pada keuangan Anda.