Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Mengenal T-Cell yang Berperan Dominan Membentuk Kekebalan Tubuh Melawan Virus Corona

Posted by setyo

Pandemi COVID-19 mengangkat kembali popularitas T-cell atau sel T. Di saat virus corona merajalela, tak heran jika masyarakat antusias untuk mengetahui lebih jauh tentang sistem kekebalan tubuh manusia. Dan sejak lama, T-cell memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Jadi sebelum membahas T-cell, ada baiknya kita berkenalan terlebih dahulu dengan sistem kekebalan tubuh manusia. Mengutip laman John Hopkins Medicine, sistem kekebalan atau imunitas, melindungi tubuh manusia dari serangan pihak luar, seperti bakteri, virus, jamur, dan racun kimia yang dibuat mikroba. Sistem imunitas merujuk ke kerjasama dari berbagai organ, sel dan protein yang ada di tubuh manusia.

 

Baca juga: Alasan Cigna Pilihan Asuransi Yang Tepat Untuk Anda

 

T-cell merupakan bagian sistem kekebalan tubuh manusia

 

Sistem imun manusia bisa dikelompokkan menjadi dua, Yang pertama, sistem kekebalan bawaan yang dimiliki setiap orang sejak lahir. Kedua, sistem kekebalan adaptif yang dikembangkan oleh tubuh seorang manusia saat terpapar mikroba atau racun yang diproduksi mikroba.

Sistem kekebalan bawaan akan aktif sejak seseorang lahir. Sistem ini akan menjadi benteng pertama bagi tubuh seorang bayi. Jika menemukan penyusup di tubuh, sistem imunitas bawaan menjadi yang pertama bertindak.

Bersama kekebalan bawaan, sistem imunitas adaptif memproduksi antibodi di tubuh manusia. Kekebalan adaptif juga berperan mengidentifikasikan penyusup, berikut membasminya. Sistem ini juga menjaga tubuh dari ancaman autoimunitas, keadaan di mana sel yang seharusnya menjaga kekebalan malah menjadi perusak. Nah, T-cell yang kini populer, dan juga saudaranya, B-cell, termasuk dalam sistem kekebalan adaptif.

T-cell, seperti halnya B-cell merupakan sel darah putih. Nama T-cell merujuk ke timus, organ tempat sel darah putih itu mengalami pematangan. Sedangkan B-cell adalah sel darah putih yang diproduksi di bone marrow, atau sumsum tulang.

Dalam sistem imunitas adaptif, peran utama sel T adalah mengidentifikasi dan membunuh patogen atau sel yang terinfeksi. Sel T membasmi patogen dengan cara mengikat protein patogen tersebut dengan protein yang ada di permukaannya.

 

Baca juga: Segala Jenis Perlindungan yang Anda Butuhkan Disediakan Cigna

 

Mengapa popularitas T-cell meningkat saat pandemi?

 

Lalu, mengapa popularitas sel T kembali melonjak di masa pandemi? Penyebabnya adalah hasil penelitian terhadap pasien COVID-19 di sejumlah negara. BBC mengutip hasil sebuah penelitian di yang memperlihatkan sejumlah orang yang dinyatakan sembuh dari COVID-19, ternyata tidak memiliki antibodi penyakit tersebut. Penelitian sejenis yang berlangsung beberapa waktu kemudian, ternyata menunjukkan hasil yang sama. Temuan lain memperlihatkan, antibodi yang didapatkan orang-orang yang sudah sembuh dari COVID-19, ternyata tidak bertahan lama. Antibodi itu hanya bertahan selama beberapa bulan.

Hasil penelitian semacam itu, mengutip artikel BBC, September 2020, memunculkan dugaan baru tentang peran antibodi dalam sistem kekebalan adaptif. Antibodi memang bisa diandalkan untuk melacak penyebaran banyak penyakit. Namun, antibodi tidak memainkan peran yang dominan dalam membentuk imunitas tubuh terhadap COVID-19.

Lantas, siapa yang memainkan peran yang lebih dominan dalam membentuk kekebalan adaptif melawan virus corona? Ya, apalagi kalau bukan sel T. Namun jangan lupa, ini masih dugaan yang masih perlu pengujian.

Peran penting sel T bagi sistem kekebalan tubuh manusia sudah terlihat dari berbagai penelitan terhadap kasus AIDS yang parah. Jamur kulit, yang tidak akan membawa dampak berbahaya ke banyak orang, bisa menyebabkan orang dengan AIDS ke tingkat penyakit kritis.

Kerentanan semacam itu terjadi karena virus HIV, yang menyebabkan AIDS, memburu sel T yang ada di tubuh. Itu menekankan betapa pentingnya sel T dan bahwa antibodi saja tidak akan membantu kekebalan tubuh.

Yang menggembirakan, hasil penelitian memperlihatkan ada vaksin virus corona yang tidak hanya memicu pertumbuhan antibodi, tetapi juga sel T. BBC menyebut, vaksin yang dimaksud adalah vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford.

 

Baca juga: Ini Cara Menjaga Pikiran Tetap Positif saat Pandemi COVID-19

 

Di samping memahami pentingnya peran T-cell atau sel T dan kekebalan tubuh, pastikan diri Anda terlindungi dari risiko finansial akibat pandemi. Salah satu proteksi yang bisa Anda pertimbangkan ialah Cigna Eazihealth, asuransi kesehatan yang mudah dan praktis dari Cigna Indonesia. Cigna Eazihealth memberikan manfaat rawat inap Rp300.000 per hari dan pembedahan Rp3 juta per kejadian. Kedua manfaat ini bisa Anda per oleh secara non tunai atau reimbursement. Selamat menimbang dan sehat selalu!