Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Ini Do's & Don'ts Agar Bisnismu Bersama Sahabat Tetap Berjalan Profesional

Posted by setyo

Jika Anda dan teman Anda adalah wirausaha, brainstorming ide bisnis baru mungkin merupakan masalah standar. Apalagi, banyak yang bilang bahwa bermitra dengan relasi dekat akan mengurangi sebagian rasa stres. Bahkan setidaknya membuat pekerjaan jauh lebih menyenangkan.

Ingat, memulai bisnis dengan teman berarti hubungan Anda berubah. Selama jam kerja, Anda harus berinteraksi satu sama lain sedikit lebih formal ketimbang saat Anda bersantai di rumah. Berikut do's & don'ts yang harus dilakukan:

 

Do’s

 

1. Bangunlah peran yang jelas sejak awal

 

Ini adalah langkah awal yang harus dibicarakan dengan teman Anda sebelum menjalankan bisnis lebih jauh. Jelaskan secara eksplisit tentang status dan tanggung jawab pekerjaan Anda di perusahaan yang Anda bentuk. Jika Anda sama-sama seorang co-founder, bagi fungsi pekerjaan yang berbeda. Misalnya, Anda fokus pada urusan operasional dan finansial perusahaan. Sementara teman Anda lebih mengurusi strategi bisnis dan marketing.

 

Baca Juga: Cara Mengatur Waktu Sederhana & Efektif Saat Memiliki Bisnis Sampingan

 

Dengan pembagian yang jelas sedari awal, memastikan bahwa perusahaan Anda berjalan dengan lancar, meminimalkan risiko kebingungan, dan bahkan menghindari drama perebutan kekuasaan di perusahaan yang Anda baru rintis.

 

2. Tulis rencana bisnis Anda

 

Dari semua saran yang diberikan oleh banyak pengusaha di luar sana, menulis rencana bisnis adalah salah satu yang umum diberikan. Karenanya, menyusun rencana kerja strategis untuk satu hingga lima tahun ke depan adalah tahapan awal saat membangun bisnis bersama teman. Sebab, menyatukan visi bersama adalah hal yang sulit. Apalagi rekan yang terlibat lebih dari dua individu.

Jika Anda berdua sulit mencapai titik temu, mungkin ide terbaik adalah dengan menyewa konsultan bisnis dalam membantu menyusun rencana perusahaan bersama. Rencana bisnis tidak melulu soal ambisi dan target. Tetapi juga memprediksi kegagalan yang mungkin terjadi dan bagaimana menghadapinya. Dengan begitu, walau terjadi kekacauan atau kegagalan dalam bisnis, hal itu bisa tidak merusak persahabatan yang terjalin.

 

3. Proteksi diri

 

Membangun bisnis bersama artinya semua orang berdiri sama-rata. Anda dan teman Anda ibarat dua pondasi yang jika salah satunya hilang, maka kemungkinan bisnis Anda goyah akan besar. Karena itu, penting bagi Anda dan teman untuk memiliki proteksi diri yang mampu menghindari diri dari kegagalan bisnis karena salah satu dari Anda jatuh sakit..

Saran terbaik adalah Anda berdua memiliki polis di asuransi yang sama. Anda bisa memulainya dengan Asuransi Cigna Investa Plus, yang merupakan produk asuransi jiwa dengan unsur investasi yang diterbitkan oleh PT Asuransi Cigna.

Selain Anda dan teman memiliki manfaat asuransi dasar yang memberikan pengembalian premi hingga 125% jika salah satu meninggal dunia, Anda juga menikmati manfaat timbal-balik investasi yang menguntungkan. Secara fleksibel, Andapun  bebas melakukan penambahan, penarikan dan pengalihan dana. Menarik bukan?

 

Don’ts

 

1. Jangan memulai hanya karena saling menyukai

 

Tentu saja, Anda dan teman baik Anda 100% cocok dan akrab. Tetapi untuk urusan bisnis, itu bisa saja berbeda seratus delapan puluh derajat. Meski sudah kenal dekat dan saling kenal satu sama lain, Anda harus melakukan fit & proper test pada rekan kerja Anda. 

Cara paling mudah adalah dengan membandingkan karakter masing-masing dengan mempertanyakan apa yang membuatnya termotivasi dan apa yang membuatnya tidak bergairah. Cara semacam itu bisa Anda lakukan lewat berbagai situs seperti CrystalKnows.com.

 

Baca Juga: Menjaga Strategi Kekompakan Kerja A La Avengers

 

Lantas, bagaimana untuk tahu apakah Anda dan teman merupakan mitra bisnis yang cocok? Ada dua hal utama. Pertama, apabila Anda dan teman tidak bisa berkomunikasi secara produktif. Kedua, apabila setiap ketidaksepakatan berubah menjadi pertengkaran. Jika dua hal itu kerap terjadi, mungkin orang tersebut tidak cocok sebagai mitra bisnis Anda.

 

2. Jangan saling berargumen tentang visi perusahaan

 

Anda dan teman Anda dituntut untuk belajar memahami value (nilai), selera, dan pengalaman satu sama lain. Namun, itu tidak serta-merta selaras dengan visi perusahaan Anda.

Misalnya, jika Anda percaya pentingnya perusahaan berinvestasi di Sumber Daya Manusia, akan tetapi disisi lain teman Anda malah berencana untuk membeli kapal pesiar sebagai aset perusahaan. Perbedaan tersebut lambat-laun menjadi kerikil tajam yang menghalangi perusahaan untuk tumbuh sesuai visi-nya.

Jelas, kedua belah pihak harus sepakat tentang apa yang mereka ingin capai dalam bisnis mereka. Pasalnya, banyak pelaku bisnis tidak sepenuhnya memahami bahwa memulai bisnis membutuhkan komitmen yang sangat besar. Akhirnya, banyak pula dari mereka yang memilih meninggalkan bisnisnya serta tim dalam situasi berbahaya.

 

3. Jangan mencampuri urusan pribadi dengan bisnis 

 

Menjalankan bisnis dengan sahabat Anda adalah perkara menyeimbangkan masalah personal dan profesional. Prinsip yang memisahkan keuangan pribadi dan bisnis jelas berlaku di perusahaan Anda. Selain itu, di tempat kerja, Anda juga perlu menunjukkan hubungan profesional ketimbang hubungan pribadi Anda.

Ingatlah bahwa apapun yang terjadi pada bisnis Anda tidak ada hubungannya dengan persahabatan Anda, dan sebaliknya. Seperti kata pepatah, bisnis bukanlah urusan pribadi. Namun, memang terasa sulit ketika Anda sudah terjerat secara emosional dengan mitra bisnis Anda.

Untuk membantu Anda melepaskan diri dari masalah pribadi dan profesional, ingatlah bahwa kantor adalah kantor, dan rumah adalah rumah. Gunakan email pribadi untuk masalah pribadi, dan email bisnis untuk masalah bisnis. Dan, jika memungkinkan, bawa percakapan Anda yang sangat pribadi setelah jam pulang kantor. 

 

Baca Juga: Ingin Dapat Penghasilan Tambahan Tanpa Ganti Pekerjaan? Ini Strateginya

 

Yang juga perlu diingat, jangan biarkan bisnis mengambil alih persahabatan Anda. Banyak yang bilang menjadi mitra bisnis bagi sahabat akan secara fundamental mengubah relasi. Namun toh, memprioritaskan bisnis tidak berarti memudarkan ikatan emosional Anda sepenuhnya.

Kecuali memang Anda tidak keberatan jika kehilangan teman. Jika ingin terus mempertahankan persahabatan, pergilah ke luar jika semuanya berantakan, sehingga Anda berdua tahu orang lain mendukung Anda dan kehilangan itu tidak akan merusak persahabatan Anda. 

Bisnis bisa saja gagal. Tetapi jika Anda memberi waktu dan perhatian yang dibutuhkan untuk sama-sama berkembang dari kegagalan itu, persahabatan dapat bertahan selamanya.