Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Tak Perlu Takut Hidup Berdampingan dengan ODHA, Ini yang Bisa Kamu Lakukan

Posted by setyo

Virus yang menggerogoti daya tahan tubuh seseorang, atau disebut juga human immunodeficiency virus (HIV), serta sindrom yang diakibatkannya, alias acquired immune deficiency syndrome (AIDS), sudah lama menghantui Indonesia. Dalam catatan pemerintah, kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA) pertama kali terekam di tahun 1987. Tiga dekade lebih sejak pertama kali ditemukan di negeri ini, jumlah ODHA yang tercatat kian meningkat.

Mengutip data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per akhir Juni 2019, penderita AIDS mencapai 117.064 jiwa, sedangkan penderita HIV mencapai 349.882. Tak cuma jumlah ODHA yang meningkat, lokasinya pun bisa dibilang sudah merata. Masih mengutip data Kemenkes, kasus HIV/AIDS yang terekam berasal dari 463 kabupaten/kota. Itu setara dengan 90,06% dari jumlah kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Dengan fakta bahwa jumlah ODHA yang semakin meningkat serta penyebarannya yang semakin merata, maka sangat mungkin bahwa Anda hidup berdampingan dengan mereka. Dalam rangka memperingati hari AIDS yang jatuh pada 1 Desember, mari kenali beberapa hal yang bisa Anda lakukan jika hidup berdampingan dengan ODHA.

 

Tidak perlu bersikap ketakutan dan menghindar

 

Kenyataan jumlah ODHA yang terus bertambah dan penyebarannya yang kian luas memang miris. Namun, tak perlu terburu-buru bersikap ketakutan atau menghindar jika kerabat atau orang di sekitar Anda mengidap HIV/AIDS. Karena, kendati belum berhasil menemukan obat yang manjur melenyapkan HIV/AIDS, namun para ahli kesehatan di masa kini sudah mengungkap lebih jauh tentang penyebab dan apa saja yang patut dilakukan untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS. Artinya. Anda tak perlu berlebihan jika suatu saat nanti harus hidup berdampingan dengan ODHA, baik di tempat kerja atau di lingkungan rumah.

Yang perlu diingat, berdekatan atau bersosialisasi dengan ODHA tidak akan menyebabkan Anda terinfeksi virus HIV. Sebab kenyataannya, virus HIV tidak akan mudah menyebar seperti virus flu atau sakit perut. Menurut para ahli medis, virus HIV hanya bisa ditularkan melalui kontak darah, air susu, sperma, ataupun cairan vagina.

Tiga media penularan terakhir lebih jelas bentuknya, berbeda dengan yang pertama. Air susu berpotensi menularkan virus HIV dari ibu yang sudah berstatus ODHA kepada bayinya. Sementara sperma ataupun cairan vagina hanya mungkin menularkan virus HIV kepada mereka yang melakukan hubungan seksual dengan ODHA.

 

Baca juga: Gaya Hidup Sehat bagi Karyawan Kantoran untuk Cegah Kanker Payudara

 

Kenali cara penularan virus HIV

 

Namun, bagaimana dengan penularan melalui darah? Bukankah ada banyak cara yang bisa mengakibatkan seseorang berisiko terkena darah dari ODHA? Dari catatan para ahli kesehatan dunia, berikut bentuk penularan HIV melalui darah yang paling sering terjadi ialah:

  • Berbagi jarum suntik dan peralatan suntik dengan orang yang terkontaminasi oleh HIV.
  • Melalui peralatan tato dan body piercing (termasuk tinta) yang tidak disterilkan. Padahal, peralatan itu pernah dipakai oleh ODHA.
  • Dari ibu ODHA yang sedang hamil pada bayi dalam kandungan.
  • Melalui hubungan seksual yang tidak menggunakan kondom dengan ODHA. Karena ini memungkinkan air mani atau cairan vagina bercampur dengan darah dari luka terbuka.
  • Ciuman dengan penderita ODHA yang sedang sariawan.

 

Ketahuilah, cara-cara ini tidak akan membuat virus HIV menyebar

 

Sementara, hal-hal berikut tidak akan membuat virus HIV berpindah ke tubuh Anda:

  • Bersentuhan kulit, seperti berjabat tangan atau berpelukan dengan ODHA.
  • Berada di dekat ODHA yang sedang bersin atau batuk.
  • Anda mendonorkan darah ke mereka yang berstatus ODHA.
  • Menggunakan peralatan makan atau tempat tidur yang sama dengan orang ODHA.
  • Menggunakan kolam renang, atau dudukan kloset yang sama.
  • Anda dan kerabat yang berstatus ODHA digigit oleh nyamuk yang sama.

Ternyata, penularan virus HIV itu tidak mudah, bukan? Karena itu, Anda tak perlu bereaksi menghindar atau ketakutan jika harus hidup berdampingan dengan ODHA. Sikap yang tidak reaktif ini perlu agar para ODHA tidak merasa disingkirkan.

Pada ODHA membutuhkan sikap yang suportif dari lingkungan disekitarnya agar mereka tidak mudah mengalami stres dan depresi. Dukungan emosional semacam ini perlu agar ODHA bisa lebih mudah dalam menjaga kesehatannya. Jangan lupa, di masa kini ODHA yang mampu menjaga gaya hidup sehat bisa berpeluang hidup seperti manusia normal lainnya. Tak percaya? Lihat saja, mantan pebasket top Magic Johnson yang masih hidup sehat sampai hari ini. Padahal, Johnson sudah ketahuan terjangkit virus HIV sejak 28 tahun lalu.

 

Baca juga: Yuk, Terapkan Konsep Berikut untuk Melancarkan Sirkulasi Udara Rumah

 

Doronglah para ODHA menjalani pola hidup sehat

 

Nah, selain menjaga agar si ODHA yang di sekitar Anda tidak merasa tersingkirkan, Anda juga bisa membantu mereka untuk menjaga gaya hidup sehat. Berikut, hal-hal yang perlu dilakukan ODHA dalam menjaga kesehatannya:

 

1. Menjalani standard antiretroviral therapy (ART)

 

Saat ini, memang belum ada obat yang bisa mengenyahkan virus HIV dari tubuh seseorang. Jadi, belum ada juga obat yang bisa menyembuhkan AIDS. Namun, kini ODHA bisa menjalani standard antiretroviral therapy (ART), yakni serangkaian terapi yang terdiri dari obat antiretroviral (ARV) yang membantu ODHA untuk menjaga daya tahan tubuhnya dan tentu melawan infeksi, serta menyetop perkembangan virus HIV dan mencegahnya berubah menjadi AIDS. Saat ini, ODHA juga dapat menjalani antiretroviral therapy (ART)Kabar baiknya, obat ARV ini gratis dan terapinya bisa diikuti di fasilitas kesehatan terdekat, mulai dari Puskesmas.

 

2. Menjaga pola makan dan minum

 

ODHA seharusnya mengonsumsi asupan yang bergizi tinggi setiap hari untuk membantu daya tahan tubuhnya. Makanan sehat yang dibutuhkan ODHA seperti buah, sayur, telur, ataupun susu. Yang patut dicatat, ODHA juga harus cermat dalam menjaga kebersihan makanannya, mengingat tubuhnya rentan terinfeksi. Upaya menjaga kebersihan makanan ini misalnya selalu mencuci tangan dengan bersih atau memasak bahan makanan hingga matang. Selain itu, ODHA juga perlu menghindari bahan makanan yang banyak mengandung lemak dan membatasi konsumsi garam, gula ataupun lemak berlebih.

 

Baca juga: 5 Tanaman untuk Solusi Ruangan Bebas Debu

 

3. Berolahraga secara rutin

 

Jika manusia sehat dapat merasakan manfaat dari olahraga, apalagi ODHA. Dengan berolahraga, ODHA akan memetik manfaat berupa daya tahan tubuh yang lebih baik. Berolahraga juga akan membantu ODHA untuk menjaga berat badannya di kisaran yang ideal.

Mengapa berat badan yang ideal penting untuk ODHA? Karena tubuh yang terlalu berat atau terlalu kurus meningkatkan risiko datangnya penyakit. Bagi ODHA yang mengalami masalah dengan kekebalan tubuh, situasi ini jelas berbahaya dan harus dihindari. Contoh penyakit yang rentan menghampiri mereka yang memiliki berat badan tidak ideal adalah osteoporosis, serta gangguan di ginjal dan jantung.

 

4. Stop mengonsumsi narkotika, alkohol, dan rokok

 

Tentu, Anda semua paham alasan di balik saran ini. Narkotika, alkohol dan rokok jelas akan merugikan kesehatan manusia. Apalagi, mereka yang tubuhnya rentan terinfeksi seperti ODHA.

 

5. Melengkapi imunisasi

 

Imunisasi jelas perlu bagi ODHA yang kekebalan tubuhnya mudah merosot. Dengan melakukan imunisasi, ODHA bisa mengurangi risiko terinfeksi virus atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit serius bagi mereka, seperti meningitis, pneumonia dan hepatitis B.

Hidup berdampingan dengan para ODHA adalah salah satu bentuk dukungan terbaik yang bisa Anda berikan untuk mereka. Ayo, bangkitkan semangat hidup mereka dengan berbaur dan mendorong mereka agar tetap hidup sehat.