Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Tak Hanya Enak, Ini Bahaya dari Kerokan

Posted by setyo

Kerokan bagi orang indonesia merupakan hal yang tak asing. Ketika badan terasa kurang fit, kerokan menjadi solusi cepat untuk membuat badan menjadi terasa lebih bugar. Memang sebagaimana dikutip dari Halodoc.com, dari sisi medis kerokan dapat memberikan dampak baik bagi kesehatan. 

Koin yang digosokkan pada kulit dapat membuat suhu tubuh meningkat sehingga badan menjadi lebih hangat. Suhu tubuh yang memanas ini juga mengakibatkan pembuluh darah dalam tubuh melebar. Hal ini akan memperlancar peredaran darah pada tubuh yang juga dikenal dengan istilah oksigenasi

Namun kerokan juga bisa berdampak buruk bagi badan. Hal ini bisa menyebabkan pori-pori kulit menjadi terbuka dan rentan dimasuki oleh bakteri dan virus. Semakin sering Anda melakukan kerokan, semakin besar risiko terinfeksi bakteri. Cigna akan mengulas dampak negatif dari kerokan yang bisa Anda hindari.

 

Iritasi Kulit 

 

Aktivitas kerokan bisa menyebabkan iritasi kulit. Gesekan pada sel tanduk kulit dari koin atau mata uang yang digunakan bisa menyebabkan hal ini. Bahkan jika dilakukan terlalu sering, hal ini bisa mengganggu. Kulit akan terkikis.Terkikisnya kulit akan mempermudah masuknya kuman ke dalam tubuh. 

Tidak sedikit saat kerokan terjadi kulit yang merah hingga terjadi pendarahan kecil. Bahkan pada beberapa individu kerokan bisa menyebabkan kulit menjadi biru atau ungu karena pecahnya kapiler darah yang berukuran lebih besar.

 

Baca Juga: Raih Kulit Cerah dengan Rajin Minum Air Putih

 

Alergi

 

Tak hanya itu kerokan juga bisa menyebabkan alergi. Alergi ini muncul dari penggunaan logam atau alat yang digunakan untuk mengerok. Kondisi alergi masing-masing individu berbeda-beda. Alergi ini bisa menyebabkan muncul bintik-bintik. yang jika berlanjut pada infeksi kulit menimbulkan luka yang lebih serius.

 

Stroke

 

Terlalu banyak melakukan kerokan bisa menyebabkan stroke. Kok bisa? Penyebabnya adalah karena melebarnya pori-pori kulit setelah kerokan. Hal ini juga akan berimbas pada melebarnya pembuluh darah. Pembuluh darah bisa pecah jika hal ini terus menerus dilakukan. Nah pecahnya pembuluh darah bisa memicu rendahnya pasokan darah ke otak yang bisa memicu stroke.

 

Baca Juga: 5 Cara Hindari Gejala Stroke di Usia Muda

 

Ketagihan

 

Ketagihan kerokan bisa berdampak negatif bagi badan Anda meskipun bisa memberikan sensasi nyaman bagi tubuh. Semakin sering kerokan, maka pori-pori kulit akan terbuka lebar dan bisa menyebabkan peradangan. Saat kulit dikerok, terjadi pelebaran pori-pori kulit dengan signifikan. Kulit yang memerah dan mengalami peradangan ini juga bisa menjadi gerbang virus atau bakteri untuk masuk ke dalam tubuh. 

Kondisinya bisa lebih parah jika alat kerokan yang dipakai juga kurang bersih, bisa jadi virus dan bakteri yang ada di dalam alat tersebut masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan datangnya masalah kesehatan.

Kerokan memang bisa memberikan sensasi nyaman pada tubuh. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya sirkulasi darah yang bisa membuat tubuh seperti terasa lebih baik. Meskipun sebenarnya bagian kulit yang dikerok mengalami peradangan. Sayangnya, peradangan sebenarnya kurang baik bagi kondisi tubuh kita.

 

Baca Juga: Awas Bersin-Bersin! Ikuti 6 Cara Mencegah Flu Berikut

 

Anda bisa mengganti metode kerokan ke pemijatan dengan lembut menggunakan minyak hangat, mandi dengan air hangat, meminum minuman hangat ataupun yang lainnya. Kerokan memang tak dilarang, tetapi membatasi kerokan juga baik agar Anda terhindar dari risiko-risiko negatif diatas.