Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Survei: Masyarakat Indonesia Siap Hadapi Masa Tua

Posted by janies

JAKARTA, METROTV NEWS

Masyarakat Indonesia masih tidak terlalu pusing untuk menyiapkan dana saat masa tua mereka. Sebab, sebanyak 44 persen dari masyarakat berharap akan diurus sang anak saat mereka tua.

"Jumlah itu jauh di atas rata-rata global yang sebesar 22 persen," kata CEO Cigna Indonesia Herlin Sutanto, dalam keterangan resminya, Jumat, 20 Juli 2018.

Herlin menjelaskan, survei ini merupakan tahun keempat dan dilakukan secara global di 23 negara, termasuk di Indonesia, sepanjang Februari-Maret 2018. Tahun lalu, survei digelar di 13 negara. Total responden kali ini ada 14.165 orang. Mereka diwawancarai secara online. Khusus di Indonesia, Cigna mewawancarai 1.000 orang.

Adapun dalam survei ini, Cigna mengangkat persepsi dan kekhawatiran kesejahteraan masyarakat di lima aspek utama yakni kesejahteraan, fisik, keluarga, sosial, keuangan, dan kerja.

"Survei tahunan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membantu orang-orang yang kami layani dalam meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan rasa aman mereka,” tutur Herlin.

Melalui survei itu, Cigna memahami kebutuhan konsumen sehingga bisa memberikan solusi dengan kualitas terbaik. Menurut dia, dengan memahami persepsi masyarakat secara keseluruhan tentang kesejahteraan, maka dapat mengembangkan perlindungan yang lebih baik.

"Tentunya ini bisa membantu perencanaan kebutuhan kesehatan dan keuangan masyarakat Indonesia,” ucap dia.

Herlin melanjutkan, masyarakat Indonesia siap untuk masa tua, yakni tetap percaya bahwa anak akan mengurus hidup mereka. Sebanyak tujuh dari 10 responden di Indonesia melihat diri mereka siap memasuki usia pensiun, baik secara sosial maupun keuangan. Angka itu berada di atas rata-rata global yakni lima dari 10 responden.

"Tanpa perencanaan keuangan yang baik, optimisme ini bisa menghasilkan risiko di kemudian hari. Ekspektasi mereka tentang kesiapan hari tua, bisa saja mengecewakan mereka di masa depan," ungkap dia.

Dia menambahkan, hal tersebut menjadi tantangan dengan fakta hasil survei yang mengungkapkan hanya 20 persen masyarakat Indonesia berpikir bahwa mereka akan memiliki uang cukup setelah tidak lagi produktif. Sebanyak 42 persen akan menggunakan uang pribadi mereka untuk menanggung biaya pengobatan di hari tua.

Terkait hasil survei itu, Cigna melihat perlunya memberikan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya perencanaan finansial untuk masa tua. Pihaknya juga tengah menyiapkan produk dana pensiun untuk mendukung kampanye tersebut.

"Saat ini memang produk kami lebih banyak pada produk kesehatan, belum ada yang khusus dana pensiun. Dengan kondisi ini, tentu kami akan menyiapkan produk yang cocok untuk pensiun," jelas dia.

Chief Marketing Officer Cigna Indonesia Ben Furneaux menambahkan sebagian besar responden di Indonesia setuju pentingnya asuransi. Sebanyak delapan dari 10 orang percaya asuransi merupakan hal yang 'penting' atau 'sangat penting' ketika mengatur kesejahteraan keuangan mereka secara keseluruhan.

Sebanyak 70 persen responden mengatakan, mereka mencari nasihat tentang kesejahteraan hidup dari pasangan, sementara 46 persen responden mencari nasihat dari orangtua. Artinya, kata dia, keluarga memegang peranan penting dalam membantu orang yang dikasihi dalam mempersiapkan masa depan yang pasti.

"Makanya, penting bagi kami membantu mereka memahami perencanaan keuangan mereka melalui persiapan sederhana namun berguna dan dapat diterapkan," ungkap Furneaux.

 

Sumber: metrotvnews.com