Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Perlukah Mempersiapkan Asuransi Penyakit Kritis bagi Anak?

Posted by setyo

Siska Baskoro mungkin tidak akan pernah melupakan hari di mana dokter memanggil namanya dari lorong klinik kecil yang memberi kabar mengenai kondisi putrinya, Aliza yang tengah terbaring sakit.

Sebelumnya pada hari itu, Aliza telah melakukan pengecekan darah, dan hasilnya menunjukkan bahwa kadar gula darahnya amat tinggi. Siska tahu putrinya tidak sehat, tetapi ia tidak tahu seberapa gawat masalah yang diderita putri semata wayangnya itu.

Ketika dokter memanggilnya dan berkata, "Saya terkejut anak ibu masih bisa ceria. Tolong segera pergi ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat."

Siska bergegas ke rumah sakit setempat. Pada hari itu pula, putrinya didiagnosis menderita diabetes tipe 1. Keesokan hari, Siska dan suaminya mengambil cuti untuk bisa berada di rumah sakit demi menjaga putri mereka sampai ia bisa sembuh dan kembali pulang.

Seperti yang dilakukan Siska, banyak orangtua mengambil cuti saat anak mereka terbaring tak berdaya di rumah sakit. Apalagi, Aliza, anaknya, mesti dirawat di rumah sakit selama satu minggu penuh. Mungkin, bagi anak-anak yang didiagnosis penyakit lain, mereka harus tinggal di rumah sakit selama berbulan-bulan. Selama waktu itu pula, tagihan sang orangtua akan terus menumpuk.

Untungnya, selama mengurus anaknya di rumah sakit, Siska telah memiliki asuransi penyakit kritis untuk Aliza. Hal ini tentu saja meringankan beban pikiran Siska dari kerugian finansial yang bakal diderita.

“Setelah saya tahu bahwa banyak uang yang harus saya bayar selama perawatan Aliza, saya bersyukur bahwa asuransi penyakit kritis bagi anak telah membantu saya dan suami dalam menutupi pengeluaran sekaligus memberikan rasa tenang” kata Siska.

Siska mengambil asuransi Cigna Family Proteksi Optima yang merupakan asuransi perlindungan terhadap 10 (sepuluh) jenis penyakit kritis, antara lain DM tipe 1, kanker, Pembuluh Darah Otak (stroke), serangan jantung, bypass pembuluh darah arteri koroner, ginjal, koma, sindrom Kawasaki, paru-paru, dan Leukemia.

 

Baca Juga: Ini yang Harus Dilakukan Bila Positif Diabetes

 

Menariknya, asuransi ini, menurut Siska memberikan win-win solution bagi keluarganya. Jikalau pada kemudian hari, kesehatan anak tetap terjaga sampai masa dewasa, Cigna akan memberikan manfaat pilihan pengembalian Premi setiap kelipatan tiga tahun Polis sebesar 25% dari total premi yang telah dibayarkan. Atau, pengembalian mencapai 75% dari total premi yang telah dibayarkan di akhir masa asuransi.

“Jadi, saya merasa ini asuransi yang benar-benar menyesuaikan kebutuhan kami sebagai keluarga baru,” papar Siska lagi.

 

Apa manfaat asuransi penyakit kritis bagi anak?

 

Pertama, sebagai orang tua, Anda dapat menggunakan uang yang dimiliki untuk menutupi biaya perawatan medis yang tidak ditanggung oleh asuransi. Sebagai contoh, biaya untuk obat-obatan dan alat pengukur diabetes.

Kedua, asuransi ini juga memungkinkan Anda dan pasangan untuk mengambil cuti kerja demi merawat anak Anda, tanpa harus khawatir tentang keuangan Anda kemudian hari.

Ketiga, Anda dapat memiliki cukup uang untuk membayar biaya non-medis yang mungkin Anda tanggung selama masa penyembuhan anak, seperti biaya parkir rumah sakit, taksi, atau akomodasi hotel jika Anda harus mengunjungi seorang spesialis di luar kota.

 

Baca Juga: Tetap Tenang Ketika Risiko Kesehatan Datang

 

Keempat, asuransi bisa dilanjutkan hingga dewasa. Artinya, setelah mereka berusia di atas 17 tahun, anak-anak dapat terus menerima pertanggungan yang sama sebagai orang dewasa. Namun, premi yang dibayar akan lebih rendah daripada jika mereka mengajukan permohonan Family Proteksi Prima sebagai orang dewasa.

Kelima, Anda tak perlu khawatir uang Anda hilang begitu saja. Sebagai keluarga baru, Anda berharap memperoleh kembali biaya dari Family Proteksi Prima jika memang tidak terjadi masalah kesehatan apapun pada anak Anda. Cigna akan mengembalikan premi Anda hingga 75% sampai masa asuransi selesai.

Terakhir, Siska mengatakan bahwa mempersiapkan hal terburuk dapat melindungi keluarganya selama masa krisis. "Hidup ini tidak dapat diprediksi. Jadi, selagi bisa, lindungi keluarga Anda, lakukanlah" kata Siska.

"Saat Aliza sakit, kami semua panik. Akan tetapi, karena kami memiliki asuransi, kami bisa bernafas lebih lapang selama masa krisis tersebut,” tutup dia. 

Apakah Anda ingin mengikuti jejak Siska yang menyelamatkan anak dan keuangan keluarganya dari biaya tak terduga itu?

 

Baca Juga: Cek Apakah Anda Berisiko Terkenal Diabetes