Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Perlukah Menambah Asuransi meski Sudah Ada dari Kantor?

Posted by setyo

Pernahkah Anda mengatakan, "Saya sudah punya asuransi kantor." saat ditanya rekan atau sahabat saat membahas soal asuransi kesehatan? Jika iya, tenang Anda tidak sendirian, kok. Faktanya, sebagian besar perusahaan akan memberikan asuransi kesehatan kepada karyawannya sebagai salah satu benefit bekerja.

Akan tetapi, apakah Anda pernah bertanya apakah sudah cukup manfaat perlindungan asuransi kantor yang diberikan perusahaan? Apalagi kalau Anda sudah berkeluarga, yang tentunya kesehatan serta kesejahteraan mereka harus dijaga.

 

Baca juga: 5 Pos Keuangan Penting bagi Pasangan yang Baru Menikah

 

Setidaknya ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan jika mendapatkan jaminan asuransi kantor. Hal tersebut dapat Anda jadikan pertimbangkan jika ingin menambahnya dengan asuransi pribadi.

Mau tahu apa saja hal-hal tersebut? Yuk, simak penjelasannya melalui pembahasan dalam artikel di bawah ini.

 

Sistem klaim

 

Prosedur klaim menjadi hal terpenting yang pertama kali Anda harus ketahui. Coba cek, apakah asuransi kantor Anda cukup banyak memiliki rekanan di penyedia-penyedia layanan kesehatan (rumah sakit) dan bagaimana alur proses klaim hingga penggantian uang saat Anda menggunakannya. 

Selain itu, cek pula apakah asuransi kantor Anda menggunakan sistem cashless atau reimburse. Apabila reimburse, sebaiknya Anda menyiapkan dana darurat yang cukup untuk menanggung biaya kesehatan hingga dana penggantian uang klaim diterima. 

 

Skema perlindungan

 

Apabila sudah berkeluarga, Anda juga perlu mengecek skema perlindungan yang diberikan oleh asuransi kantor. Apakah istri serta anak-anak Anda sudah terlindungi dalam polis asuransi tersebut. Sebab, biasanya ada perusahaan yang hanya menyediakan fasilitas asuransi kesehatan untuk karyawannya saja. 

Ada pula perusahaan yang melindungi anggota keluarga karyawan secara terbatas. Misalnya, hanya istri dan anak kedua saja. Selain jumlah anggota keluarga, Anda juga perlu memahami skema perbedaan klasifikasi antara rawat inap dan rawat jalan.

Sebab, terkadang ada kondisi kesehatan serius, misalnya penyakit kanker atau ginjal, yang tidak memerlukan rawat inap, tetapi membutuhkan rawat jalan secara intensif dengan biaya yang sangat mahal. 

Jadi, pastikan Anda memahami beberapa skema perlindungan di atas untuk semakin meneguhkan rencana perlu atau tidaknya tambahan asuransi pribadi atau tidak demi masa depan keluarga.

 

Kelas pelayanan dan kebutuhan medis

 

Biasanya asuransi kesehatan memiliki kelas layanan tersendiri, sesuai dengan premi yang dibayarkan. Oleh karena itu, Anda juga bisa mengecek apakah kelas layanan dari asuransi kantor tersebut sudah sesuai dengan harapan atau tidak. 

Selain itu, beberapa asuransi yang disediakan perusahaan juga biasanya tidak menjamin semua kebutuhan medis. Ada beberapa yang menjadi pengecualian, seperti persalinan (maternity), perawatan gigi, dan penyakit kronis. 

 

Baca juga: Agar Tidak Ditolak, Ikuti Langkah-langkah Mengajukan Klaim Asuransi Berikut Ini

 

Jadi, jika memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya Anda mulai pertimbangkan memiliki asuransi pribadi, sebagai jaminan kesehatan. Hal ini untuk menjaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Anda memiliki pegangan lain untuk mengatasinya.  

 

Alasan lain perlu asuransi pribadi

 

Selain beberapa contoh di atas, setidaknya ada beberapa hal lagi yang perlu Anda pertimbangkan mengenai pentingnya memiliki asuransi pribadi, meski sudah memiliki jaminan dari asuransi kantor. Apa saja?

 

Asuransi perusahaan tidak berlaku saat pindah kerja

 

Biasanya, ketika Anda keluar atau berhenti dari perusahaan, status keanggotaan asuransi pun akan hilang. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai memikirkan memiliki asuransi pribadi untuk mengantisipasi situasi ini. 

 

Jaminan pensiun

 

Biasanya, perusahaan hanya akan memberikan fasilitas asuransi kepada karyawannya dalam bentuk asuransi kesehatan. Namun, apabila Anda ingin memikirkan atau merencanakan masa depan yang lebih baik, tidak salahnya memiliki asuransi pribadi yang memiliki nilai investasi (unit link). 

Program asuransi seperti ini cocok bagi Anda yang merencanakan investasi jangka panjang. Dengan begitu, Anda pun akan dapat memiliki modal saat ingin pensiun atau membangun usaha setelah tidak bekerja di perusahaan. 

 

Bagaimana memilih asuransi tambahan?

 

Apabila sudah memahami beberapa hal terkait asuransi perusahaan di atas, pertanyaan berikutnya bagaimana cara memilih asuransi tambahan yang tepat? Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan. 

 

Harga premi

 

Harga premi asuransi tambahan merupakan hal pertama yang perlu Anda perhatikan. Pilihlah harga premi yang sesuai kemampuan finansial Anda. Jika Anda memiliki kondisi atau riwayat penyakit tertentu, pastikan asuransi tambahan yang ingin Anda miliki menjamin beberapa hal tersebut.

 

Manfaat atau penjaminan

 

Manfaat atau penjaminan sangat penting dijadikan pertimbangan apabila asuransi dari perusahaan Anda tidak melindungi anggota keluarga lain. Hal ini biasanya berlaku apabila Anda sudah berkeluarga. Selain itu, carilah asuransi yang bisa menjamin maternity dan komplikasinya, serta asuransi untuk anak-anak.

 

Sesuaikan dengan tujuan

 

Hal lainnya yang bisa dipertimbangkan saat memiliki asuransi tambahan adalah menyesuaikan dengan tujuan Anda. Misalnya, ketika rencana memiliki asuransi untuk manfaat kesehatan, sebaiknya hindari jenis-jenis asuransi yang menawarkan nilai investasi. Hal ini dilakukan agar tawaran manfaat medis dari asuransi tersebut dapat berjalan maksimal demi kehidupan Anda dan keluarga. 

 

Baca juga: Apa Saja yang Perlu Dicermati Saat Membeli Asuransi Secara Online? 

 

Akan tetapi, apabila tujuan Anda memiliki asuransi tambahan adalah sebagai tabungan, Anda bisa mencari produk asuransi dengan manfaat investasi. Untuk contoh ini, Anda bisa mempelajari produk-produk investasi Cigna, seperti Cigna MultiProteksi Extra, Cigna Investa Plus, dan ProInvesta Prima.

 

Sesuaikan dengan kemampuan finansial

 

Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah selalu menyesuaikan rencana memiliki asuransi tambahan dengan kemampuan finansial. Tentu, apabila dari sejumlah penjelasan di atas, asuransi kantor terasa kurang, Anda bisa memulai memiliki alternatif dari produk asuransi tambahan. 

Akan tetapi, jangan lupa sesuaikan dengan kemampuan finansial untuk membayar preminya. Jangan justru memiliki asuransi tambahan menjadi beban tersendiri bagi rencana keuangan jangka panjang keluarga.