Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Agar Tak Salah Paham, Kenali Jenis-jenis Penyakit yang Umumnya Tidak Dilindungi Asuransi Kesehatan

Posted by setyo

Meski asuransi kesehatan menawarkan manfaat berupa penggantian biaya pengobatan ketika tertanggung jatuh sakit, namun sebetulnya, tidak semua penyakit dilindungi oleh asuransi kesehatan. Umumnya, penyakit yang termasuk dalam pengecualian atau di luar coverage asuransi kesehatan ialah penyakit yang sifatnya kritis, bawaan, atau kondisi yang sudah diderita tertanggung sebelum mengikuti asuransi kesehatan.

Pengecualian atau adanya penyakit yang tidak ditanggung ini sesuai dengan prinsip perusahaan asuransi yang mencari probabilitas risiko lebih kecil. Jika diketahui suatu kondisi atau penyakit akan memakan banyak klaim, maka besar kemungkinan perusahaan asuransi tidak akan memberikan perlindungan terhadap kondisi atau penyakit tersebut. Agar lebih jelas, berikut jenis-jenis penyakit yang umumnya tidak ditanggung asuransi kesehatan.

 

Baca juga: Anak Muda Mencapai Kemerdekaan Finansial, Apakah Bisa?

 

1. HIV dan AIDS

 

Penyakit human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) termasuk salah satu penyakit yang tidak dilindungi oleh asuransi kesehatan. Hal ini dikarenakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit lainnya.

Pertimbangan lain mengapa perusahaan asuransi tidak memasukkan ini ke dalam coverage ialah karena penyakit HIV dan AIDS dianggap sebagai akibat kelalaian penderitanya. Memang, HIV dan AIDS dapat tertular melalui jarum suntik narkoba dan hubungan seks tanpa pelindung. Dilihat dari penyebab tersebut, boleh dikatakan penderita menderita penyakit tersebut karena hal yang ia sengaja.

 

2. Penyakit kritis

 

Asuransi kesehatan juga biasanya tidak menanggung biaya pengobatan penyakit kritis atau penyakit mematikan, seperti:

  • Kanker
  • Gagal ginjal
  • Stroke
  • Jantung
  • Diabetes
  • Paru-paru
  • Dan lain sebagainya.

Hal ini disebabkan penyakit kritis membutuhkan biaya pengobatan yang besar serta jangka waktu yang lama. Kalaupun ada asuransi kesehatan yang menyediakan santunan penyakit kritis, umumnya jumlah yang ditawarkan relatif kecil atau tidak dapat menutup biaya pengobatan penyakit kritis.

Biasanya, perusahaan asuransi menawarkan manfaat penyakit kritis melalui produk asuransi penyakit kritis. Selain menanggung manfaat pengobatan penyakit-penyakit mematikan, asuransi penyakit kritis juga menyediakan santunan yang lebih besar daripada santunan penyakit kritis yang ada di asuransi kesehatan.

 

3. Penyakit akibat wabah atau bencana

 

Umumnya, asuransi kesehatan juga tidak menanggung biaya pengobatan atas penyakit yang disebabkan oleh wabah tertentu. Suatu penyakit disebut wabah jika mudah dan cepat menyebar di suatu tempat. Beberapa contoh penyakit akibat wabah antara lain:

  • Ebola
  • Kolera
  • Polio
  • Avian influenza atau flu burung
  • Pes
  • Malaria
  • Dan sebagainya

 

Baca juga: Memulai Rutinitas Sarapan Sehat Dengan Overnight Oats

 

4. Penyakit langka

 

Penyakit langka atau penyakit yang diderita oleh sedikit orang juga termasuk yang umumnya tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan. Apa saja misalnya?

  • Fields atau neuromuscular, yakni penyakit dengan ciri-ciri medis otot pada tubuh penderita memburuk, yang pada akhirnya membatasi ruang gerak penderita.
  • Progeria Hutchinson-Gilford, yakni penyakit genetik di mana penderitanya akan mengalami penuaan dini.
  • Microcephaly, yakni penyakit neurologis yang menyerang kepala bayi sehingga menyebabkan otak tidak dapat berkemabng dengan baik.
  • Kawasaki, atau penyakit radang yang bisa menyebabkan komplikasi pada jantung.

 

5. Biaya melahirkan

 

Asuransi kesehatan umumnya tidak menanggung biaya melahirkan, baik normal maupun operasi caesarean section. Hal ini dikarenakan melahirkan dianggap bukan penyakit, melainkan suatu kondisi lumrah yang lazim dijalani seorang wanita dan bisa diantisipasi atau direncanakan. Namun, beberapa produk asuransi menawarkan manfaat penggantian biaya melahirkan, seperti misalnya asuransi kesehatan untuk wanita dan anak yang menanggung biaya persalinan ibu dan anak sejak ibu sedang mengandung, melahirkan, hingga pasca melahirkan.

 

6. Penyakit bawaan

 

Asuransi kesehatan juga umumnya tidak melindungi penyakit bawaan atau keturunan, serta cacat bawaan. Beberapa contoh penyakit turunan misalnya:

  • Asma
  • Hernia
  • Sakit mental
  • Dan sebagainya

Kalaupun ada asuransi kesehatan yang menanggung biaya pengobatan penyakit bawaan, umumnya asuransi ini memiliki masa tunggu. Sehingga, tertanggung harus menunggu dua tahun sebelum bisa mengajukan klaim atas penyakit bawaan.

 

7. Pre-existing condition

 

Asuransi kesehatan juga tidak menanggung pengobatan pre-existing condition, yakni penyakit yang sudah ada sebelum mengajukan asuransi kesehatan. Sebagai contoh, sebelum mengajukan kesehatan, Bunga sudah memiliki riwayat penyakit jantung. Maka, ketika ia mengajukan asuransi kesehatan dan diterima, umumnya polisnya tidak melindungi penyakit jantung.

 

8. Penyakit yang dikecualikan

 

Asuransi kesehatan juga umumnya menuliskan jenis-jenis atau kondisi-kondisi yang dikecualikan dari manfaat polis. Contoh, bisa saja suatu asuransi kesehatan menyediakan santunan untuk penyakit kritis. Namun, pada bagian pengecualian, disebutkan bahwa penyakit kritis yang dimaksud ialah penyakit kritis yang sudah menyentuh stadium lanjut. Artinya, asuransi kesehatan tidak melindungi penyakit kritis yang baru dalam tahap stadium awal.

 

Baca juga: Cek Kesehatan, Apa Yang Harus Dijalani Wanita?

 

Bagaimana strategi agar Anda bisa tetap melindungi diri secara optimal?

 

Mengingat adanya penyakit yang tidak dilindungi oleh asuransi kesehatan, maka penting agar Anda mengambil strategi berikut:

 

1. Miliki asuransi kesehatan selagi sehat

 

Hal ini penting karena ketika Anda sudah terdeteksi suatu penyakit kemudian mengajukan asuransi kesehatan, ada kemungkinan perusahaan asuransi menolak permohonan Anda atau menerima permohonan Anda namun mengecualikan penyakit pre-existing condition. Jadi, perlindungan polis asuransi kesehatan Anda tidak optimal, bukan?

 

2. Milikilah asuransi penyakit kritis

 

Ini karena asuransi penyakit kritis menyediakan manfaat atau santunan yang lebih besar daripada yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan jika nasabah menderita sakit keras. Keberadaan asuransi penyakit kritis juga semakin penting jika keluarga Anda memiliki riwayat penyakit kritis. Ada baiknya Anda membeli asuransi penyakit kritis sebelum Anda terdeteksi memiliki penyakit turunan tersebut.

Jika saat ini Anda sedang mencari asuransi penyakit kritis, salah satu produk yang bisa Anda pertimbangkan ialah Family Proteksi Optima dari Cigna Indonesia. Asuransi penyakit kritis yang menawarkan santunan hingga Rp1 miliar ini melindungi 10 macam penyakit kritis seperti kanker, stroke, jantung, bypass pembuluh darah arteri koroner, ginjal, koma, sindrom kawasaki, paru-paru, leukemia, dan diabetes melitus tipe 1.

 

3. Carilah asuransi kesehatan yang menanggung biaya melahirkan

 

Ini bisa menjadi strategi bagi Anda yang memang mencari asuransi kesehatan dengan manfaat kehamilan, melahirkan, dan pasca melahirkan. Asuransi jenis ini menarik karena ketika proses persalinan mengalami komplikasi, maka tertanggung dapat dengan tenang menjalani proses pengobatan.

 

4. Lengkapi diri Anda dan keluarga dengan vaksin

 

Sebagai langkah pencegahan, pastikan Anda sekeluarga melengkapi diri dengan vaksin.

Dengan penjelasan di atas, semoga kini Anda semakin memahami jenis-jenis penyakit yang tidak dilindungi oleh asuransi kesehatan. Meski demikian, Anda tetap dapat melindungi diri dan keluarga dengan optimal melalui produk asuransi yang tepat.