Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Menitipkan Anak di Daycare atau Berhenti Bekerja, Mana Yang Anda Pilih?

Posted by setyo

Apakah Anda saat ini tengah memiliki bayi? Atau Anda sedang menunggu kelahiran seorang anak dalam waktu dekat? Jika demikian, Anda segera memasuki masa di mana Anda dihadapkan pada keputusan sulit. Salah satunya, menitipkan bayi ke daycare atau tempat penitipan anak.

Setelah cuti berakhir, sebagian dari kita berpikir untuk kembali bekerja demi memperoleh penghasilan dalam mencukupi kebutuhan keluarga. Beruntung jika Anda tinggal berdekatan dengan orang tua atau mertua, Anda bisa menitipkan si bayi kepadanya. Namun, jika Anda hidup jauh dari mereka, mau tidak mau Anda harus menitipkan bayi di lokasi penitipan anak atau daycare

Jika itu yang harus dilakukan, apakah Anda tahu berapa biaya yang dikeluarkan? Apakah lebih baik Anda membayar baby sitter untuk mengasuh anak di rumah? 

 

Jika Anda memilih daycare

 

Jika pilihan jatuh pada  memilih menitipkan anak ke daycare dan kembali bekerja, ini beberapa faktor yang layak Anda pikirkan sebelumnya.

 

1. Biaya daycare

 

Pertama dan yang paling utama adalah biaya perawatan anak di daycare. Pusat penitipan anak cenderung membebankan biaya sesuai kebutuhan orang tua, baik itu harian, mingguan dan bulanan. Kisarannya pun bervariasi. Salah satu daycare di Jakarta Selatan, misalnya, membanderol seharga Rp 300 ribu per hari. Sementara ada pula yang mematok 1,2 jutaan per minggu hingga Rp 5 jutaan per bulan. Fasilitas yang diperoleh antara lain CCTV, makan, minum, snack, arena bermain luar ruangan, hingga komunikasi dua bahasa.

Harga itu tentunya hanya hanya untuk satu bayi yang biasanya berusia 3 bulan hingga 4 tahun. Bagaimana jika Anda ternyata punya dua anak? 

 

2. Anggaran untuk daycare

 

Setelah Anda mengetahui biayanya, tanyakan pada diri sendiri: Dapatkah Anda memasukkan biaya itu ke dalam anggaran bulanan Anda? Jika tidak, di mana Anda dapat memotong pengeluaran lain, dan mengalokasikannya untuk pos pengeluaran ini?

Sekarang, coba tengok pengeluaran harian, mingguan, dan bulanan Anda. Di samping tagihan dan biaya hidup, fokuslah pada pengeluaran Anda yang bisa dipangkas. Mungkin selama ini Anda dan pasangan memiliki kebiasaan dalam berbelanja pakaian atau makan di restoran-restoran baru. Pengeluaran hiburan itu bisa Anda kurangi atau bahkan dihentikan untuk sementara waktu.

Selanjutnya, cari tahu lokasi daycare terdekat dari hunian Anda. Jangan sampai, biaya transportasi justru membengkak hanya karena jaraknya yang lumayan jauh. Sebisa mungkin, jarak daycare searah dengan jarak tempuh Anda ke kantor.

 

3. Daftar segera

 

Dengan jumlah daycare yang tidak begitu banyak di Indonesia, membuat permintaan akan jasa ini pun kian meninggi. Alhasil, beberapa daycare harus menerapkan sistem daftar tunggu atau waiting list bagi para orang tua yang ingin menitipkan anaknya di daycare

 

Baca Juga: Anak Anda Malas Belajar? Ini Cara Tingkatkan Semangat Mereka

 

Bila semakin cepat Anda mendaftar anak anda di daycare -bahkan sebelum ia lahir-, semakin Anda mampu menghindari stres di kemudian hari. Dan, ini turut mencegah Anda untuk menyewa jasa baby sitter pada bulan-bulan pertama Anda kembali bekerja. 

 

Jika mesti menjadi orang tua di rumah

 

Apakah biaya penitipan anak terlalu berlebihan bagi Anda? Atau, mungkin Anda belum siap untuk meninggalkan bayi Anda dalam pengasuhan orang lain? Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipikirkan sebelum Anda memutuskan untuk mengambil langkah ini.

 

1. Menghemat uang untuk pengeluaran

 

Dengan berada di rumah, Anda tidak perlu memikirkan segala hal yang tidak perlu lagi Anda bayar, seperti biaya transportasi ke tempat kerja, makan siang di luar, pakaian kerja baru, laundry, dan tentu saja, penitipan anak.

 

2. Siap dengan satu penghasilan

 

Tidak ada yang salah dengan menjadi orang tua di rumah yang bertugas mengasuh anak, sementara pasangan bekerja di luar. Jika ini yang mesti ditempuh, Anda harus yakin satu penghasilan saja cukup untuk menghidupi keluarga.

Sebenarnya, Anda bisa melakukan pekerjaan sampingan/freelance jika ada skill khusus yang bisa Anda kerjakan di rumah. Beberapa orang tua bahkan menghabiskan periode mengasuh anak balitanya sembari membuka bisnis online sesuai dengan bakat dan minat mereka. 

Apapun pilihan yang Anda pilih: menitipkan anak di daycare atau merawat anak di rumah hingga ia tumbuh besar, yang terpenting Anda jangan alpa akan hal ini: membeli asuransi.

 

Baca Juga: Strategi Merencanakan Pendidikan Anak

 

Jika Anda sedang membangun keluarga baru, saatnya Anda melindungi mereka dari segala risiko penyakit kritis, baik yang disebabkan oleh penyakit bawaan atau risiko yang terjadi di kemudian hari.

Asuransi Family Proteksi Prima dari Asuransi Cigna Indonesia adalah pilihan tepat karena memberikan perlindungan terhadap 10 jenis penyakit kritis dengan memberikan diskon Premi hingga 50% bagi anggota keluarga. Anda bisa melibatkan isteri hingga tiga anak sekaligus di mana Anda pun bisa memperoleh pengembalian Premi setiap kelipatan 3 tahun Polis sebesar 25% dari Total Premi yang telah dibayarkan atau sebesar 75% dari total Premi yang telah dibayarkan di akhir Masa Asuransi.