Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Mengenal Generasi R, Mereka Yang Mengubah Dunia Kerja Paska Pandemi

Posted by setyo

Karantina wilayah atau lockdown yang terjadi di seluruh dunia -yang memaksa hampir banyak pekerja untuk bekerja secara remote-, menciptakan gaya hidup baru yang identik. Mereka seakan membuat generasi baru yang disebut sebagai Generasi R (Remote). 

Generasi R, walau berbeda secara usia, namun semuanya menghadapi tuntutan profesional dan keterbatasan yang sama. Dalam hitungan minggu, sebagian besar pekerja mengadaptasi dan mengembangkan kebiasaan, kepercayaan, dan etika baru. Untuk pertama kalinya, semua generasi, tua muda, mulai berpikir sama.

Berbagai pertanyaan pun muncul. Lantas, apakah Generasi R ini akan terus berlanjut paska pandemi? Apakah dunia usaha akan mengadopsi cara kerja baru untuk memfasilitasi Generasi R ini?

 

4 Karakter Generasi R

 

Generasi R adalah kelompok individu yang, selama masa karantina diri berbulan-bulan, telah mengembangkan keterampilan dan merangkul paradigma baru. Mereka telah meninggalkan cara berpikir lama sekaligus mengembangkan sudut pandang baru.

Generasi R dianggap jauh lebih terkontrol, lebih tangguh, dan lebih terbiasa dengan ketidakpastian. Mereka cenderung akan bekerja lebih keras dari sebelumnya dan menemukan cara baru untuk mencapai produktivitas dan kesimbangan hidup.

Setidaknya, ada 4 karakter dari Generasi R ini, yang diutarakan oleh Haakun Khanna, Asia Pacific Head of Human Capital Management Applications Oracle.

1. Siap dengan New Normal 

Generasi R percaya bahwa dunia kerja akan berubah secara signifikan ketika New Normal berjalan. Mereka merasa tempat kerja masa depan akan menjadi lebih kompetitif, memengaruhi arah karir dan peluang masa depan.

Tetapi ketimbang menunggu kondisi itu terjadi, Generasi R berkomitmen untuk mempelajari setidaknya satu keterampilan baru selama masa resesi. Mereka berencana memiliki banyak sumber pendapatan dan mencoba pekerjaan baru begitu dunia kembali normal.

2. Produktif selama kerja jarak jauh

Ketika biasanya pekerja beraktivitas mengikuti jam kantor yang sudah ditentukan, namun Generasi R sebenarnya lebih suka dengan kerja jarak jauh. Mereka percaya jadwal fleksibilitas dan teknologi yang tersedia memungkinkan mereka menjadi lebih produktif saat bekerja dari rumah.

3. Mengatur keseimbangan diri dan profesional

Meskipun ada batas-batas yang kabur antara rumah dan pekerjaan, Generasi R telah belajar untuk menyulap kehidupan pribadi dan profesional mereka dengan sukses. Generasi R tahu kapan harus berhenti dan kapan harus melanjutkan pekerjaan di rumah. Bagi mereka yang juga adalah seorang ibu yang mengasuh anak, mereka mampu multitasking dalam membagi tugas domestik dan pekerjaan kantor. 

4. Lebih sadar lingkungan

Menariknya, disadari atau tidak, persepsi Generasi R mengenai lingkungan dan keberlanjutan mencapai titik cerah. Mereka menyadari akan dampak keserakahan manusia terhadap lingkungan. Mereka juga merasa berutang kepada masyarakat serta lingkungan ketimbang masa sebelum pandemi.

 

Lantas, apa artinya Gen-R bagi perusahaan?

 

Pasca pandemi, tenaga kerja masa depan akan kembali ke aktivitas normal dengan rasa percaya diri, penuh keterampilan, dan etos kerja baru. Mereka dinilai akan memiliki harapan dan prioritas baru sebagai karyawan. Mereka juga akan “memaksa” perusahaan untuk beradaptasi dan berkembang demi memenuhi tuntutan baru.

Berikut adalah 4 cara HR mendorong hal tersebut terjadi di perusahaan.

1. Tinjau kembali mobilitas karyawan

Ketika Generasi R kembali ke keadaan normal, banyak dari mereka yang ingin mencoba tantangan baru. Mereka ingin menguji diri mereka dengan keterampilan dan peran yang baru. Karenanya, perusahaan harus menemukan cara untuk menyediakan jenis peluang tersebut di tempat kerja. Dengan begitu, Generasi R akan tertantang dan produktivitas bakal meningkat. 

2. Buat lingkungan kerja yang benar-benar fleksibel

Banyak dari Generasi R merasa kerja di rumah atau work from home membuat mereka lebih produktif dan tentu saja fleksibel. Oleh sebab itu, perusahaan harus mempertimbangkan untuk menjadikan remote working sebagai bagian dari budaya baru perusahaan. Dukungan teknologi diperlukan untuk memberikan fasilitas yang mendukung serta rasa aman.

3. Perkuat budaya perusahaan

Generasi R berharap ada perubahan budaya di tempat kerja begitu keadaan normal kembali. Saat pandemi, kehidupan kerja dan pribadi menjadi satu. Penting bagi perusahaan untuk memahami masalah pribadi karyawannya. Seperti misalnya soal isu kesehatan.

Perusahaan bisa secara proaktif mensosialisasikan proteksi kesehatan kepada Generasi R. Mereka harus sadar bahwa asuransi yang diberikan kantor belum cukup untuk memproteksi risiko kesehatan yang mungkin terjadi dalam hidup. Cigna sendiri punya produk unik yang sesuai dengan Generasi R tersebut, misalnya Cigna Infinite Healthcare.

Ini adalah produk asuransi tambahan yang memberikan manfaat as charged atau penggantian biaya rumah sakit sesuai dengan jumlah yang ditagihkan oleh rumah sakit. Ada fasilitas Koordinasi Manfaat di mana nasabah yang sudah memiliki dua atau lebih asuransi akan memperoleh tambahan manfaat dan santunan tunai harian.

4. Punya tujuan bersama

Dengan kasus pemutusan kerja yang marak terjadi selama pandemi, membuat Generasi R ingin memberikan dampak lebih di perusahaan tempat mereka bekerja. Ini bukan hanya soal mereka yang ingin punya kursi aman di perusahaannya. Melainkan, ini adalah rasa ingin melakukan yang terbaik untuk menghindari kepailitan perusahaan.

Penting bagi perusahaan untuk menanamkan kembali visi-misinya di benak karyawan. Mereka akan memikul tanggung jawab sosial perusahaan yang lebih besar untuk mendukung kemajuan yang memberikan dampak. Jadi, apa yang sudah perusahaan Anda lakukan dalam menyambut Generasi R di era Normalitas Baru?