Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Mengapa Mengajarkan Anak Tentang Uang Sejak Kecil Penting Dilakukan?

Posted by setyo

Pengalaman masa kanak-kanak dapat membentuk relasi dengan uang. Tidak ada kata terlambat untuk mempelajari cara baru dalam mengajarkan anak-anak Anda kebiasaan yang baik terhadap uang.

Jika diminta untuk menulis otobiografi mengenai keuangan, banyak dari kita kemungkinan akan memusatkan bab awal tentang gaji pertama, kartu kredit atau cicilan mobil dan KPR. Sesuatu yang Anda lakukan di masa-masa dewasa. Padahal, kisah hubungan Anda dengan uang dimulai jauh sebelum itu, alias ketika Anda berada di masa kanak-kanak.

Cara orang tua mengatur keuangan amat memberikan dampak besar kepada anak-anak mereka secara finansial di kemudian hari. Jadi, apa yang semestinya diajarkan orang tua kepada anak mereka terkait uang? Bagaimana Anda memberi tahu anak TK bahwa uang adalah sumber daya yang terbatas tanpa membuat mereka khawatir? Bagaimana Anda membicarakan soal inflasi dan pentingnya menabung tanpa membuatnya menjadi kesulitan?

Kuncinya adalah memulai percakapan lebih awal dengan anak Anda. Ketimbang bingung, berikut panduan yang bisa Anda lakukan kepada anak Anda berdasarkan umurnya.

 

Usia 3 hingga 4: Kenalkan Konsep Uang dan Pertukaran Barang

 

Waktu terbaik untuk mulai mengajar anak-anak Anda tentang uang adalah ketika mereka mulai belajar menghitung, yaitu sebelum pra-sekolah. Mulailah dengan meminta mereka menghitung dan mengurutkan koin. Ajari mereka untuk mengidentifikasi setiap koin, bahkan jika mereka tidak ingat berapa nilai masing-masingnya. Coba untuk menjadi penjual toko di mana si anak akan menukar uang untuk barang, memperkenalkan mereka ke dasar-dasar belanja.

 

Baca Juga: Cara Meningkatkan Kreativitas Anak Sejak Kecil

 

Seorang pneurosikolog asal Amerika Matthew Pagirsky menyarankan orang tua untuk menjelaskan kepada anak-anak mereka apa yang terjadi ketika mereka menggunakan ATM, menulis cek, menggunakan kartu kredit, memotong kupon belanja, atau membandingkan harga di toko. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan pola pikir bahwa Anda harus membayar uang untuk membeli barang, dan uang itu hadir dalam berbagai bentuk.

 

Usia 5 hingga 6: Ajarkan Nilai Uang dan Harga Barang

 

Menurut para peneliti di University of Cambridge, ini adalah usia di mana anak-anak mulai memahami nilai barang dan menetapkan harga. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai menjelaskan perbedaan harga dari setiap mainan yang ia inginkan dan bagaimana orang tua memperoleh uang. Hubungkan dengan Anda sebagai orang tua yang bekerja untuk mencari uang dan membelanjakan sebagian uang untuk membeli mainan anak Anda. 

Usia 5 atau 6 tahun juga merupakan waktu yang tepat untuk mulai memberi anak Anda sedikit uang saku yang sama setiap minggu. Walau mungkin terkesan cepat untuk memberikan uang kepada mereka yang bahkan tidak bisa melihat petugas kasir, memperkenalkan penghasilan adalah kesempatan untuk mengajarkan manajemen uang dan kebiasaan menabung yang baik.

Plus, penelitian menunjukkan anak-anak yang menerima uang saku lebih pintar soal uang ketimbang mereka yang tidak. Yang kedua, dengan memiliki uang, Anda bisa mengajarkan tentang menabung dan berdonasi. Itu akan menjadi kebiasaan jika dilakukan terus menerus.

 

Usia 7 hingga 8: Ajari Tentang Keinginan vs. Kebutuhan

 

Pada usia 7 tahun, anak-anak akan mulai memahami tidak hanya jumlah uang tetapi nilainya. Mereka akan dapat membedakan antara nilai sepeser dan seperempat, dan memahami bahwa sejumlah uang hanya dapat membeli seberapa banyak.

Manfaatkan masa-masa ini dengan membiarkan mereka membelanjakan beberapa rupiah ke toko untuk memilih barang pilihan mereka. Ini akan membuat mereka berpikir tentang nilai uang (apakah mereka membeli tiga potong permen, atau satu mainan kecil) dan membantu mereka memahami bahwa membayar barang berarti memberikan uang secara permanen.

Disarankan bagi para orang tua untuk membuat peraturan tentang belanja dan mendiskusikannya sebelum Anda memasuki toko. Pasalnya, anak-anak perlu memiliki batasan yang ditetapkan pada mereka. Sehingga mereka paham bahwa pada akhirnya orang tua memegang kendali.

Ketika Anda mengatakan tidak, gunakan itu sebagai kesempatan untuk menunjukkan bagaimana Anda mengatur pengeluaran. Pada usia 8 tahun, anak-anak dapat mulai membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Mereka juga mulai memahami masa depan dalam arti yang lebih besar daripada apakah besok adalah hari sekolah atau akhir pekan. 

Ini adalah usia yang baik untuk membuat rekening tabungan. Untuk masa ini, tak masalah apabila tujuan tabungan adalah untuk memiliki sesuatu yang mereka inginkan, entah itu mainan baru ataupun liburan.

 

Usia 9 hingga 10: Kenalkan Cara Berhemat dan Belanja

 

Pada usia ini, Anda dapat meminta anak-anak untuk berbuat lebih banyak dengan uang saku mereka. Alih-alih hanya menyisihkan sebagian untuk ditabung, mintalah anak Anda untuk membaginya menjadi pengeluaran, tabungan, amal, dan investasi. 

Penting juga untuk melibatkan anak-anak dalam diskusi anggaran keluarga. Mungkin tidak langsung mengenalkan anak-anak kepada konsep-konsep seperti kredit dan hutang. Akan tetapi, ajak anak-anak memberi keputusan tentang anggaran liburan. Ini menunjukkan kepada mereka bagaimana uang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh hal-hal yang Anda inginkan. 

Perkenalkan mereka ke anggaran belanja mingguan atau tunjukkan pada mereka bagaimana Anda menyisihkan uang untuk jalan-jalan keluarga demi liburan akhir pekan. Ini tentang mengetahui kemana perginya uang Anda sehingga Anda memilih untuk mengarahkannya ke hal-hal yang menjadi prioritas.

 

Usia 11 hingga 12: Ajari Mereka tentang Menjadi Konsumen yang Cerdas

 

Pada masa pubertas ini adalah usia yang baik untuk meminta anak Anda membantu merencanakan suatu acara. Apakah itu pesta ulang tahun atau hanya makan malam keluarga. Ini menunjukkan kepada anak-anak bagaimana Anda memilih tempat untuk menghabiskan uang dan memberi mereka tanggung jawab di dunia nyata. 

Mereka dapat membantu Anda membandingkan harga produk di toko online dengan offline. Minta mereka untuk menjelaskan alasan di balik keputusan mereka tentang apa yang layak dibeli dan apa yang tidak.

 

Baca Juga: 4 Tips Menumbuhkan Kemandirian Anak

 

Ini mungkin usia di mana anak-anak dapat mulai berhubungan dengan lebih banyak uang dan ingin membelanjakannya untuk barang-barang dengan harga lebih mahal. Tetap berpegang pada aturan Anda tentang anggaran yang disepakati. Jika anak Anda ingin membeli jaket dengan harga melebihi anggaran, mintalah mereka menabung untuk membelinya.

Ini juga saat yang tepat untuk meninjau kembali iklan yang mereka lihat, terutama dalam hal media sosial. Bicarakan tentang taktik yang digunakan iklan untuk mencoba menjual produk, jenis melalui artis media sosial yang direkrut.

Seringkali iklan mencoba dan meyakinkan anak-anak Anda bahwa jika mereka menggunakan produk tersebut, mereka tidak hanya akan lebih kurus, lebih kaya atau lebih harum. Melainkan mereka juga akan lebih bahagia dan lebih sukses, dengan lebih banyak teman dan keluarga yang penuh kasih. Hancurkan mitos-mitos ini!

 

Usia 13 hingga 14: Beri Mereka Rasa Pertama Mereka tentang Kemandirian Finansial

 

Waktunya bekerja. Ini adalah usia di mana Anda harus membiarkan anak-anak melakukan kemandirian demi menghasilkan dan memiliki uang sendiri melalui pekerjaan kecil. Misalnya, ajak anak Anda untuk membersihkan dapur dan barulah Anda bisa memberikan uang saku kepadanya.

Nah, ajarkan mereka tentang proteksi saat ini. Kenalkan mereka bahwa asuransi itu sama pentingnya dengan investasi di mana mereka menyisihkan uang untuk memberikan rasa aman di kemudian hari.

Anda tidak perlu langsung mengajak anak belia Anda untuk menjadi nasabah asuransi. Melainkan perlihatkan asuransi jiwa untuk keluarga yang Anda miliki. Beri tahu bagaimana asuransi bekerja dan mengapa premi harus dibayar setiap bulan.

Anda bisa langsung mengajak anak Anda untuk mengeksplorasi blog Cigna Indonesia yang memiliki informasi sederhana tentang tips mengelola keuangan dan asuransi. Jika mereka tertarik untuk memiliki asuransi pribadi, cobalah untuk memilih Cigna Proteksi Sehat yang memberikan manfaat dengan harga terjangkau, mulai dari Rp4.000,- per hari.

 

Baca Juga: Agar Sejahtera, Perhatikan 6 Hal ini Sebelum Menambah Anak

 

Dengan diperkenalkannya asuransi ini,  Anda mungkin bisa memperlihatkan instrumen investasi yang lebih luas. Tunjukkan pada mereka untuk memeriksa saldo akun mereka secara daring sebelum melakukan pembelian, dan minta mereka berlatih untuk membayar premi secara teratur setiap bulan.