Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Masih Bisa Menabung Meski Keuangan Lagi Sulit, Begini Caranya

Posted by setyo

Ada beberapa kondisi yang bikin seseorang mengalami kesulitan keuangan. Kondisi itu bisa ditemukan misalnya pada pengusaha yang omzetnya menurun, pengusaha yang bangkrut, karyawan yang kehilangan pekerjaan, atau keluarga yang kehilangan salah satu sumber pendapatan. Di tengah kondisi kesulitan keuangan seperti ini, seseorang berpotensi menggunakan tabungan yang telah disiapkan untuk rencana masa depan, untuk menyambung hidup. Akibatnya, ia bisa gagal mencapai rencana yang sudah disiapkan tersebut.

Apakah Anda pernah mengalami situasi yang sama? Sebetulnya, sesulit apapun kondisi keuangan yang Anda hadapi, tetaplah berusaha untuk mewujudkan rencana-rencana keuangan yang telah Anda susun. Rencana itu hanya dapat terwujud jika Anda tetap disiplin menabung dan tidak menggunakan tabungan tersebut untuk menutup kebutuhan selama keuangan sedang tiris. Ada beberapa tips menabung yang bisa Anda coba.

 

1. Bayar kebutuhan rutin

 

Sekecil apapun penghasilan yang Anda terima ketika kondisi keuangan lesu, usahakan untuk langsung menyisihkan 10% untuk menabung. Baru setelah itu, gunakan penghasilan untuk membayar kebutuhan rutin. Membayar kebutuhan rutin adalah langkah dasar dalam mengatur keuangan pribadi agar Anda bisa mencapai kebebasan finansial.

Yang termasuk kebutuhan rutin misalnya:

  • Membayar tagihan secara penuh, seperti tagihan listrik dan air
  • Membayar uang sewa rumah atau apartemen jika Anda menyewa tempat tinggal
  • Membayar premi asuransi jiwa dan asuransi kesehatan
  • Membayar cicilan kredit pemilikan rumah, atau KPR, atau kredit pemilikan apartemen, atau KPA, jika Anda membeli tempat tinggal)
  • Membayar cicilan kredit kendaraan bermotor (KKB)
  • Membayar utang konsumer berbunga tinggi seperti utang kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA)

Setelah membayar tagihan, barulah Anda bisa mengalokasikan penghasilan untuk belanja bulanan, biaya hiburan, dan kebutuhan lainnya yang sifatnya tersier. Dengan mendahulukan menabung dan membayar kebutuhan rutin di depan, maka artinya Anda harus dapat fleksibel menyesuaikan besaran belanja bulanan dengan bujet yang tersisa.

 

Baca juga: Agar Masa Pensiun Tenang, Yuk Lakukan Perencanaan Keuangan Berikut

 

2. Tutup utang mendesak sesuai kemampuan

 

Pos selanjutnya yang perlu Anda amankan ialah menutup utang mendesak sesuai kemampuan. Misalnya, saat ini Anda punya utang KPR dengan cicilan Rp7 juta per bulan, bunga 11% per tahun, dan jangka waktu 10 tahun. Di waktu yang sama, Anda punya utang kartu kredit sebesar Rp3 juta, bunga 2% per bulan atau setara 24% per tahun, dan jangka waktu enam bulan.

Untuk menentukan utang mana yang harus didahulukan, pertama-tama Anda harus memeriksa uang tunai yang Anda miliki saat ini. Lalu, bandingkanlah kedua jenis utang yang Anda miliki, kira-kira mana yang lebih mampu Anda tutup, utang Rp7 juta per bulan atau utang Rp3 juta? Kedua, bandingkan beban bunga yang paling memberatkan. Dalam contoh kasus di atas, jelas bunga utang kartu kredit sebesar 24% per tahun lebih memberikan tekanan pada finansial Anda. Dengan pertimbangan kedua hal tersebut, maka Anda sebaiknya menutup utang kartu kredit yang sebesar Rp3 juta.

 

3. Tekan biaya bulanan

 

Karena bujet yang tersisa untuk biaya bulanan terbatas, maka kini Anda harus kreatif melakukan penghematan pada pos-pos tertentu. Pangkaslah biaya yang bersifat tersier dan bertujuan untuk memenuhi keinginan, bukan kebutuhan. Contoh biaya tersier misalnya:

  • Biaya langganan TV berbayar, video streaming, song streaming. Karena ini bukan kebutuhan, maka memangkas biaya-biaya ini adalah salah satu strategi agar Anda punya keuangan yang sehat.
  • Biaya nongkrong dan makan di luar. Dalam kondisi lesu, usahakan membawa bekal dan menghentikan kegiatan nongkrong sampai kondisi keuangan membaik.
  • Biaya beli kopi. Anda bisa menekan biaya ini dengan membuat kopi sendiri di rumah atau kantor.
  • Biaya gaya hidup seperti belanja baju, make-up, aksesori, dan pengeluaran untuk hobi lainnya. Tahan pengeluaran untuk hobi seperti ini hingga kondisi keuangan Anda pulih.

Selain memangkas biaya belanja bulanan, ada strategi lain untuk menekan belanja bulanan. Caranya ialah dengan memaksimalkan promo kartu kredit dan dompet digital ketika berbelanja. Kendalikan pula konsumsi listrik pada peralatan rumah tangga yang Anda miliki. 

Toaster oven ternyata mengkonsumsi listrik lebih sedikit ketimbang oven biasa. Anda juga bisa mempertimbangkan menggunakan oven kompor ketimbang oven listrik. Jika sebelumnya Anda memakai mesin cuci setiap hari, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk memakai dua atau tiga hari sekali.

 

Baca juga: Anda Seorang Freelancer? Begini Tips Mengelola Keuangan Agar Hidup Tetap Nyaman

 

4. Kelola aset

 

Jika penghasilan yang Anda miliki benar-benar tidak dapat memenuhi kebutuhan dan cicilan utang yang ada, Anda bisa mempertimbangkan untuk menjual aset, terutama aset bergerak. Hasil penjualan aset tersebut bisa Anda gunakan untuk menutup kebutuhan sementara waktu saat keuangan sedang lesu. Menjual aset bergerak seperti kendaraan bermotor lebih mudah dan lebih dianjurkan ketimbang menjual aset tetap seperti rumah. Karena, nilai mobil senantiasa mengalami depresiasi atau penurunan setiap tahun. Sementara nilai rumah cenderung naik.

Salah satu cara mengelola aset misalnya, jika saat ini Anda punya dua mobil, mungkin ada baiknya untuk menjual salah satu mobil yang kurang produktif. Atau, Anda juga bisa menjual mobil yang ada saat ini dan membeli mobil bekas.

 

5. Tetap disiplin menabung

 

Sekecil apapun penghasilan yang Anda dapatkan dalam masa-masa kritis seperti sekarang, tetaplah berusaha menabung. Anda bisa menerapkan sistem auto debit minimal 10% pada rekening tabungan untuk memastikan Anda tetap disiplin menabung setiap bulan.

Kondisi keuangan sulit sebaiknya tidak menjadi alasan Anda gagal mencapai rencana finansial. Agar rencana ini dapat terwujud, mari disiplin menabung.