Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Krisis karena Pandemi Virus Corona, Investasi Apa yang Cocok untuk Masa Depan?

Posted by setyo

Tak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Termasuk apa yang kita semua hadapi saat ini. Awal 2020, tak ada yang menyangka bahwa wabah virus corona akan mengubah semua rencana. Ada yang kondisinya langsung berubah 180 derajat karena terkena PHK. Ada yang harus mengubah rencana liburan, dan lain-lain. Melihat apa yang terjadi saat ini, penting untuk kembali melihat strategi investasi. Pastikan Anda telah memiliki investasi yang bisa dijadikan pegangan di masa depan, termasuk jika terjadi krisis yang tak terduga seperti yang terjadi sekarang. Jika ingin memulainya di saat krisis seperti saat ini, apa yang bisa dilakukan?

Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan, upayakan tetap berinvestasi meski dalam situasi krisis. Ia menyebutkan, tak masalah jika angka atau jumlah uang yang diinvestasikan berkurang, tak seperti dalam situasi normal. Sepanjang masih berpenghasilan, tak ada alasan untuk menghentikan investasi di saat krisis.

"Ini waktunya orang harus berinvestasi. Walau krisis tetap investasi, meski jumlahnya berkurang. Sebenarnya, walau krisis asal berpenghasilan, maka nggak ada alasan mengurangi investasi," kata Eko kepada Cigna, beberapa waktu lalu.

"Kalau terkena risiko Covid-19 akan ditanggung pemerintah. Kalau sakit ada BPJS atau asuransi, maka seharusnya alokasi investasi tidak berkurang, tetapi hanya nilainya yang mengecil. Dengan catatan, masih berpenghasilan ya," ujar dia.

 

Baca juga: Mengenal Diversifikasi Investasi bagi Anda yang Ingin Belajar Investasi

 

Namun, berbeda kondisi, jika menjadi salah satu korban PHK karena dampak virus corona. Maka, hal yang harus dilakukan adalah memastikan kondisi keuangan aman selama minimal 4 bulan ke depan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Ia menyarankan, dalam situasi ini, upayakan tidak mencairkan investasi yang dimiliki kecuali dalam keadaan sangat terpaksa.

"Kalau kena PHK, harus bisa bertahan hidup dulu. Nggak usah investasi dulu nggak apa-apa. Tapi kalau bisa, nggak usah cairkan investasi. Cairkan kalau terpaksa banget," kata Eko.

Smart Asset menyebutkan, bagi siapa pun yang khawatir kehilangan pekerjaan pada situasi saat ini, hal terakhir yang mereka inginkan adalah menginvestasikan uang yang nantinya mereka butuhkan untuk masa depan. Kekhawatiran yang muncul merupakan hal yang wajar. Yang perlu diingat, menyeimbangkan kebutuhan Anda terhadap uang tunai hari ini dengan kebutuhan Anda saat tak lagi berpenghasilan. Bagi mereka yang masih memiliki alokasi uang untuk investasi, saat ini adalah peluang yang baik.

 

Tips investasi saat pandemi virus corona

 

Eko mengatakan, pilihan investasi tergantung kemampuan masing-masing individu. Menurut dia, ada banyak pilihan produk-produk investasi murah yang bisa dimulai dengan angka kecil. Bahkan, banyak pula yang menawarkan investasi emas dan reksa dana dengan angka mulai dari Rp 50.000 atau Rp 100.000.

"Banyak produk bisa dimasuki dengan nilai yang murah," ujar Eko.

Melansir Kompas.com, April 2020, pada kuartal pertama 2020, emas menjadi instrumen investasi menjanjikan. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi, emas juga dianggap akan terus dilirik selain properti. Investasi emas dinilai minim risiko karena harganya yang terus naik sehingga mereka yang memilikinya akan mendapatkan keuntungan lebih tinggi saat menjualnya kembali. Selain itu, emas bisa dicairkan kapan saja saat Anda membutuhkannya dalam situasi terdesak.

 

Baca juga: 5 Produk Investasi demi Masa Depan Pensiun yang Sejahtera

 

Penasihat keuangan Phil Town, seperti dimuat dalam Rule of Investing, mengatakan, dalam situasi pandemi virus corona, banyak ketidakpastian ekonomi, termasuk situasi keuangan pribadi. Namun, menurut Phil, dalam pandemi virus corona ini, kita bisa belajar berinvestasi dalam situasi krisis. Ia memberikan sejumlah tips berikut ini untuk berinvestasi pada masa pandemi virus corona:

 

Kumpulkan uang tunai

 

Menurut Phil, jika Anda sudah berinvestasi di pasar, ide terbaik adalah menjualnya sebelum harga turun sehingga Anda akan mendapatkan uang tunai dan harga terbaik. Sebaliknya, jika Anda belum berinvestasi, saatnya memulai. Kumpulkan uang tunai yang Anda miliki pada tabungan atau aset likuid lainnya. Dengan uang tunai yang Anda miliki, Anda bisa memanfaatkannya ketika pasar saham turun lagi.  Phil menyebutkan, ini adalah peluang terbaik untuk berinvestasi dalam 10 tahun terakhir. Maka, siapa saja harus bergerak cepat dalam mengambil keputusan terkait investasi.  

 

Mengetahui bagaimana pandemi virus corona berpengaruh pada industri

 

Pandemi virus corona membawa dampak pada setiap sudut pasar saham. Perusahaan yang mengalami turunnya harga saham tidak akan jatuh karena kesalahannya sendiri, tetapi karena kekhawatiran yang membuat orang menarik diri keluar dari pasar sehingga mengakibatkan harga saham jatuh. Phil mengatakan, penting bagi kita untuk memahami bahwa hal ini akan memengaruhi industri secara berbeda. Ada perusahaan dalam bisnis tertentu yang justru mendapatkan peluang besar seperti bisnis penjualan makanan, alat medis, dan produk pembersih. Anda bisa mempertimbangkan untuk  mempelajari industri perjalanan dan bahan makanan. Dengan demikian, Anda tahu di mana yang tepat untuk berinvestasi. Phil menekankan, cari perusahaan yang benar-benar Anda ketahui sehingga memahami dampak potensial pada industri tersebut.

"Saya menyebutnya "lingkaran kompetensi". Hanya berinvestasi di perusahaan dan industri yang termasuk dalam lingkaran kompetensi Anda. Agar perusahaan berada dalam lingkaran kompetensi Anda, Anda harus dapat memahami bisnis dengan cukup baik sehingga Anda dapat dengan percaya diri melayani," kata dia.

Anda bisa mulai melakukan pencarian atau mempelajari sejumlah peluang investasi yang ada di Tanah Air pada masa pandemi virus corona. Jika Anda ingin mencari investasi jangka panjang, unit link bisa menjadi salah satu yang dipertimbangkan. Namun, penasihat keuangan Mada Aryanugraha mengatakan, seperti diberitakan Jawa Pos, yang perlu dipahami dengan benar adalah unit link merupakan asuransi dengan manfaat investasi yang punya masa perlindungan panjang. Ia menekankan, investasi unit link bukan untuk tujuan konsumsi, tetapi jangka panjang.

Cigna memiliki beberapa produk investasi yang bisa Anda pelajari. Beberapa di antaranya:

  • Cigna Money Marke
    Cigna Money Market merupakan investasi aktif pada surat berharga pasar uang jangka pendek untuk memperoleh tingkat pertumbuhan yang relatif stabil dan optimal. Melalui investasi ini, investor mendapatkan tingkat likuiditas serta hasil investasi yang optimal dengan fokus investasi pada instrumen pasar uang.
     
  • Cigna Fixed Income
    Investasi ini memberikan pendapatan yang potensial melalui alokasi yang strategis dalam efek bersifat utang dan instrumen pasar uang, melalui pemilihan penerbit surat berharga secara selektif.
     
  • Cigna Syariah Fund
    Investasi ini aktif pada efek syariah bersifat ekuitas, obligasi syariah (sukuk) dan/atau instrumen pasar uang yang bersifat syariah termasuk kas untuk memberikan pertumbuhan modal yang optimal. Tingkat risiko Cigna Syariah Fund adalah sedang. Investasi Anda akan ditempatkan pada saham-saham terpilih dengan tingkat risiko relatif tinggi dan pada surat berharga pendapatan tetap dengan tingkat risiko menengah untuk memperoleh tingkat pertumbuhan yang optimal.

Ketiga produk investasi di atas merupakan pilihan jenis investasi dari produk unit link yang ditawarkan oleh PT Asuransi Cigna. Produk-produk investasi di atas bukan merupakan produk deposito, simpanan atau produk serupa lainnya. 

Informasi lengkap seputar produk investasi Cigna bisa diakses di sini: Investasi Cigna. Sementara, untuk produk unit link bisa dilihat di sini: Pilihan Fund.