Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Kenali Mitos Seputar Asuransi Jiwa agar Anda Tidak Terjebak

Posted by setyo

Apakah Anda termasuk orang yang tidak punya asuransi jiwa? Jika ya, berarti Anda termasuk dalam sebagian besar masyarakat Indonesia lainnya. Tingkat literasi keuangan masyarakat yang masih rendah memang membuat asuransi masih asing di telinga sebagian besar masyarakat kita.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti dikutip Kontan (April 2019), tingkat penetrasi asuransi di Indonesia baru mencapai sekitar 6% dari total populasi tahun 2018. Kemudian, yang memiliki asuransi baru sekitar 1%. Penetrasi asuransi yang rendah ini salah satunya disebabkan oleh banyaknya mitos seputar asuransi jiwa yang berkembang di masyarakat. Agar Anda dapat mengambil keputusan yang tepat seputar asuransi jiwa, ada baiknya mengenal mitos-mitos yang berkembang di masyarakat tersebut agar tidak salah kaprah.

 

Anak muda tidak perlu asuransi jiwa

 

Ada mitos mengatakan, asuransi jiwa hanya bermanfaat bagi mereka yang sudah “berumur”. Definisi berumur ini sering dikaitkan dengan mereka yang sudah menikah dan memiliki anak. Padahal faktanya, asuransi jiwa memberi perlindungan terhadap jiwa Anda jika terjadi risiko kematian. Artinya, jika risiko itu terjadi, maka perusahaan asuransi akan membayarkan manfaat berupa uang pertanggungan (UP) kepada keluarga yang ditinggalkan. Dengan UP tersebut, maka keluarga yang ditinggalkan dapat menjalankan kehidupan sehari-hari tanpa mengalami keterpurukan finansial akibat pencari nafkah wafat. 

Mengingat fungsi asuransi jiwa yang melindungi tertanggung dan keluarga yang ditinggalkan, jelaslah bahwa siapa saja yang sudah berpenghasilan dan menanggung penghidupan orang lain, perlu memiliki asuransi jiwa. 

Fakta selanjutnya, semakin muda Anda membeli asuransi jiwa, semakin murah premi yang dikenakan. Karena asumsinya, semakin bertambah usia tertanggung, semakin tinggi risiko sakit dan kematian yang akan menghampirinya. Itu sebabnya, dengan jumlah UP yang sama, misalnya Rp1,5 miliar, premi yang harus Anda bayar untuk asuransi jiwa tradisional pada usia 23 tahun ialah Rp200.000 per bulan. Sementara jika Anda berusia 28 tahun, premi yang harus Anda bayar ialah Rp400.000 per bulan. 

 

Baca juga: Yuk, Kenali Perbedaan Asuransi Jiwa Term Life Vs Whole Life

 

Ibu rumah tangga tidak perlu asuransi jiwa

 

Asuransi jiwa memang utamanya dibutuhkan oleh para pencari nafkah. Namun bukan berarti ibu rumah tangga tidak perlu asuransi jiwa. Faktanya, ibu rumah tangga yang tak punya penghasilan pun perlu asuransi jiwa untuk melindungi diri dari kejatuhan finansial akibat penyakit kritis. Risiko ini bisa dihindari dengan memiliki asuransi penyakit kritis yang umumnya terdapat sebagai tambahan manfaat di asuransi jiwa. Asuransi penyakit kritis ini memberikan manfaat uang santunan jika tertanggung terkena penyakit kritis. 

Tentu Anda sudah tahu, bahwa penyakit kritis merupakan penyakit dengan biaya pengobatan yang mahal. Beberapa contoh penyakit kritis misalnya jantung, stroke, diabetes, kanker, dan lain-lain. Jika Anda tidak pandai-pandai mengelola risiko ini, bisa-bisa tabungan keluarga habis terkuras jika risiko penyakit kritis menghampiri. 

Alasan selanjutnya mengapa ibu rumah tangga perlu asuransi jiwa ialah untuk menutup biaya pemakaman serta mempersiapkan warisan untuk anak dan suami. Warisan ini dapat digunakan sebagai tabungan keluarga untuk melanjutkan hidup dan mencapai tujuan-tujuan keuangan, seperti biaya pendidikan anak.

 

Asuransi jiwa mahal

 

Mitos ini paling sering menghinggapi masyarakat negara berkembang, termasuk Indonesia. Dengan alasan punya gaji kecil, akhirnya orang memilih untuk mengesampingkan perlindungan diri. Padahal, Anda bisa memilih asuransi jiwa tradisional yang menawarkan perlindungan optimal dengan harga terjangkau. Salah satu produk yang bisa Anda pertimbangkan ialah Cigna Life Protection yang memberikan UP hingga Rp500 juta, dengan premi mulai dari Rp15.000 per bulan atau Rp162.000 per tahun.

Asuransi ini memberikan perlindungan untuk risiko meninggal dunia akibat penyakit dan/atau kecelakaan. Tak hanya itu. Anda juga akan memperoleh pengembalian 25% dari total premi yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama dua tahun. Menarik, bukan?

 

Baca juga: Family Comes First, Bagaimana Mewujudkannya?

 

Beli asuransi jiwa sulit

 

Berawal dari tingkat literasi keuangan yang rendah, masyarakat kita menganggap asuransi jiwa adalah produk yang sulit diperoleh. Faktanya, selalu ada agen asuransi atau customer relation yang bisa membantu Anda dalam proses pembelian dan klaim. Yang perlu Anda lakukan hanyalah bertanya seputar produk yang Anda beli dan cara membeli produk tersebut. Nantinya, agen asuransi akan menjelaskan dan memandu Anda dari mulai pengisian formulir hingga polis terbit. Setelah polis Anda disetujui dan Anda menjadi tertanggung, agen asuransi juga akan membantu Anda dalam proses klaim.

Dengan mengetahui mitos-mitos di atas, semoga kini Anda dapat bijak melindungi diri dengan asuransi jiwa. Karena dengan memiliki asuransi jiwa, Anda telah menunjukkan cinta terhadap keluarga. Sudahkah melindungi diri dengan asuransi jiwa?