Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Kapan Anak Saya Benar-Benar Membutuhkan Kawat Gigi?

Posted by setyo

Rista masih bertanya-tanya apakah anaknya, Mandala benar-benar membutuhkan kawat gigi. "Gigi atasnya sedikit asimetris," kata ibu dengan putra berusia 5 tahun itu. Seperti kebanyakan orang tua, Rista berharap ia masih bisa memperoleh alternatif lain selain memasang kawat gigi. Meskipun ia mengaku senang dengan dokter gigi yang direkomendasikan oleh teman-teman para ibu di sekolah si anak. 

“Kami senang dengan dokter ini yang sudah dikenal banyak orang. Sayang, harganya terlalu mahal,” keluh dia. 

Ilustrasi ibu Mandala di atas menyiratkan bahwa memilih kawat gigi bagi sebagian besar orang tua memerlukan komitmen waktu yang lama dan biaya besar. Karenanya, untuk mengetahui apa dan kapan kawat gigi diperlukan oleh si anak, para orang tua perlu menggali informasi lebih teliti. 

Sebab, banyak orang tua gegabah dengan terlalu cepat membawa anaknya ke dokter gigi. Padahal, secara usia, anak itu belum dianggap ideal melakukan pembedahan gigi, apalagi pemasangan kawat. Terlebih, banyak dokter gigi umum saat ini yang turut menawarkan jasa ortodontik tanpa memegang gelar sebagai ortodontis. Alhasil, tingkat keahlian mereka pun amat bervariasi. Para orang tua mesti waspada hal tersebut.

Sehingga, cara terbaik menentukan apakah anak Anda sudah atau belum membutuhkan kawat gigi adalah dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi terakreditasi. Mereka akan mampu mendiagnosis tanda-tanda masalah gigi, seperti: overbite (gigi atas menutupi gigi bawah); overcrowding (gigi yang tumpang tindih); rahang atas atau bawah yang terlalu kecil, terlalu sempit dan kurang berkembang; gigi yang masuk dengan sudut yang aneh dan menggusur gigi lainnya; serta overjet (gigi kelinci).

 

Baca juga: Mama Muda, Kenali Perlindungan Tepat Bagi Setiap Anggota Keluarga

 

Ketahuilah, tanda-tanda masalah ortodontik di atas dapat muncul setelah gigi dewasa mulai tumbuh. Itulah sebabnya, kunjungan ke dokter gigi adalah ide yang baik di kala anak berusia sekitar delapan tahun. Walaupun, dalam beberapa kasus, anak-anak mungkin memperoleh manfaat dari perawatan ortodontik yang dilakukan pada usia di bawah delapan tahun. 

Yang jelas, orang tua mesti mengingat bahwa dengan memulai lebih awal, berarti fase lanjutan dari perawatan itu tetap akan diperlukan. Sebab, semua masalah gigi anak tidak dapat diatasi hingga gigi permanen muncul. Paling tidak, jika sudah terlanjur sang anak mendapatkan perawatan ortodontik ketika usianya di bawah 8 tahun, fase kedua baru bisa dilakukan pada saat mereka berusia 12-13 tahun.

 

Memilih ortodontis

 

Dalam memilih seorang ortodontis, orang tua dapat mengkroscek reputasi dari dokter spesialis tersebut. Misalnya, apakah dia seorang ortodontis terlatih, atau dokter gigi umum yang telah mengambil kursus tetapi tidak memiliki gelar ortodontik? Apakah Anda pernah mendengar komentar positif dari orang tua lain yang anak-anaknya telah dipasangkan kawat gigi oleh si dokter? Apakah dokter gigi bersangkutan yang memasang kawat gigi atau hanya seorang asisten yang melakukan pekerjaan itu?

Semua jawaban dari pertanyaan itu dapat memberikan analisis kepada Anda, berapa biaya yang dibutuhkan dalam perawatan kawat gigi. Beberapa dokter memang kerap memberikan diskon khusus jika Anda membayar penuh. Namun, jika memang Anda tidak ingin merogoh kocek terlalu dalam hanya dalam sekali datang, lebih baik Anda mulai untuk mengambil asuransi Cigna Senyum Sehat.

 

Baca juga: Aplikasi "Kekinian" untuk Keluarga

 

Hanya dengan premi mulai dari Rp 6.000an per hari, Anda dapat membawa anak Anda untuk mendapatkan layanan perawatan gigi terbaik di lebih dari 700 rumah sakit dan klinik di Indonesia. Itu pun termasuk untuk layanan pencegahan seperti pembersihan karang gigi, perawatan dasar seperti penambalan gigi dan pencabutan gigi, serta aesthetic dan major care misalnya pembuatan jembatan atau dental bridge, hingga perawatan gigi akibat kecelakaan.

Berpartisipasi dalam Asuransi Cigna Senyum Sehat tentu sebanding dengan hasil yang tak ternilai yang akan Anda rasakan di kemudian hari. Anak Anda yang tadinya tidak pernah terlihat tersenyum, bakal mampu tersenyum lebar. Mereka tak lagi malu dengan gigi-gigi yang mereka miliki.