Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Wow, Ingin Traveling? Coba Virtual Tourism!

Posted by setyo

Situasi COVID-19 yang terus berkembang dan belum pernah terjadi sebelumnya menimbulkan tantangan ekstrem bagi industri perjalanan dan pariwisata. Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia (WTTC) telah memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 dapat memangkas 50 juta pekerjaan di seluruh dunia. Virtual Tourism pun dianggap sebagai solusi.

Tentunya, setiap negara harus memikirkan langkah-langkah penyelematan jangka panjang untuk tetap mempertahankan pariwisata sebagai devisa negara tertinggi non-migas. Asal tahu saja, sektor pariwisata berkontribusi pada PDB nasional sebesar 5,5 %. Jumlah tenaga kerja sektor ini sebanyak 13 juta orang. Realisasi devisanya pun sepanjang 2019 mencapai Rp 280 triliun.

 

Baca juga: Saatnya Kembali ke Kantor, Ikuti Tips Aman di Kendaraan Umum Berikut

 

Karenanya, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa terjadi pergeseran referensi hiburan dan wisata masyarakat ketika New Normal berlangsung. Alternatif liburan yang tidak melibatkan aktivitas banyak orang, seperti solo travel tour, wellness tour, dan staycation akan banyak dipilih. Termasuk di dalamnya adalah virtual tourism alias wisata virtual.

Di sinilah, terminologi virtual tourism (VR) menjadi meningkat. Menurut WTTC, virtual tourism adalah cara mempromosikan dan memberikan pengalaman wisata menggunakan alat virtual reality. Harapkannya, setelah pembatasan perjalanan telah mereda, konsumen memiliki kepercayaan diri untuk bepergian lagi.

Virtual tourism sejatinya dapat membuat calon wisatawan merasa seperti berada di destinasi dimana mereka inginkan. Ini sama saja dengan menawarkan pengalaman “coba sebelum membeli” yang dapat mendorong rasa ingin bepergian seseorang dan membuat mereka melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Berikut adalah manfaat virtual toursim di bidang pariwisata berdasarkan sektor yang terlibat. 


Agen Perjalanan

Sebuah perusahaan yang berbasis di New Jersey, Travel World VR, telah menggunakan teknologi ini untuk menciptakan pemasaran berbasis virtual tourism. Perusahaan mempromosikan tujuan dan menginspirasi pelanggan untuk melakukan perjalanan melalui video 360 derajat dengan VR yang sinematik. Aplikasi ini tersedia di ponsel pintar apapun secara gratis dengan mengunjungi TravelWorldVR.com/app.

 

Hotel

Cara hotel beriklan ke pelanggan tetap relatif stagnan selama bertahun-tahun. Virtual tourism dapat menawarkan cara baru untuk menarik wisatawan. Menurut World Travel VR, tidak ada cara yang lebih baik untuk mempromosikan tujuan Anda selain membawa calon klien Anda ke sana. Namun, di situasi yang tidak memungkinkan seperti saat ini, VR setidaknya bisa mewujudkan hasrat tersebut.

 

Baca juga: Intip 7 Ide Agar si Kecil Tidak Bosan Libur Sekolah Di Rumah Saja

 

Maskapai Penerbangan

Perusahaan penerbangan asal London, Inggris, Skylight telah menawarkan pengalaman VR sejak 2016. Ia menjadi perusahaan pertama yang menggunakan VR sebagai bagian dari inflight entertainment atau hiburan penumpang.

Mereka dapat melarikan diri dari kenyataan dan menikmati pengalaman sinematik film dengan mengakses lebih dari 250 jam konten. Perusahaan ini pun menandatangani kemitraan konten dengan Warner Brothers, National Geographic, Lionsgate, 20th Century Fox, DreamWorks, dan BBC.

British Airways, Air France dan Garuda Indonesia adalah hanyalah sedikit dari maskapai yang telah menggunakan virtual tourism ini di masa lalu. Setelah krisis global mereda, virtual tourism dapat menawarkan titik diferensiasi untuk banyak maskapai penerbangan demi menarik penumpang. 

 

Traveler

Dengan situasi dimana seluruh negara punya larangan bepergian akibat COVID-19, VR dapat menawarkan solusi penghubung bagi mereka yang masih punya nafsu tinggi berkelana.

Meskipun pengalaman virtual tourism tidak sama dengan berada di pantai, virtual tourism bisa memberi Anda perasaan berada di destinasi impian. Apalagi, WTTC bilang, begitu wabah sudah terkendali, butuh waktu hingga 10 bulan bagi sektor industri pariwisata untuk kembali ke keadaan semula. 

Saat ini, sudah ada beberapa aplikasi yang membantu memuaskan para traveler dalam mencoba virtual tourism. Alat paling sederhana adalah Google Earth VR, yang memungkinkan Anda untuk mengenakan headset VR dan melakukan perjalanan virtual ke lokasi mana pun di dunia.

Untuk pengalaman yang lebih menakjubkan, Anda bisa menggunakan IMMERSE by The Hydrous, aplikasi yang mengantarkan Anda untuk tur 360 derajat ke lautan dunia. Hydrous bertekad bisa membawa satu juta orang dalam penyelaman virtual, untuk menghubungkan pengguna ke ekosistem terumbu karang yang indah namun terancam.

 

Baca juga: Kiat Mencapai 10.000 Langkah Per Hari Tanpa Beban



Karena begitu pentingnya pariwisata bagi pengalaman individu, sudah barang tentu diri Anda harus terproteksi dengan asuransi kesehatan yang menjamin hari tua Anda. Coba tengok Cigna Health Protection, asuransi kesehatan yang menawarkan perlindungan kesehatan dengan premi terjangkau.

Hanya mulai dari Rp 36.000 per bulan jika Anda berumur 18-29 tahun atau sampai dengan Rp 412.000 per bulan untuk usia 60-65 tahun, kesehatan Anda di masa depan menjadi lebih terjamin.

Lantas, siapkah Anda untuk menyambut virtual tourism sebelum kembangkitan benar-benar kembali merasakan sengatan matahari di pantai berpasir coklat?