Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Kesehatan Anda Sangat Berharga, Cegah Kanker Serviks dengan 6 Langkah Mudah

Posted by setyo

Tahukah Anda, bahwa kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan kanker kedua yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia? Kanker serviks adalah kondisi di mana jaringan sel kanker tumbuh tidak terkendali di daerah leher rahim. Sebagian kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV) yang menular melalui hubungan seksual.

Mengutip data Kementerian Kesehatan pada Januari 2019, tingkat terjadinya kanker serviks di Indonesia mencapai 23,4 per 100.000 penduduk, dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Bila melihat seluruh penderita kanker, maka Indonesia menjadi urutan kedelapan di Asia Tenggara dengan penderita kanker terbanyak. Mengingat tingginya risiko kanker serviks di Indonesia, ada baiknya Anda melakukan beberapa cara mudah untuk mencegahnya. Apa saja upaya pencegahan yang bisa dilakukan?

 

Lakukan pap smear secara rutin

 

Pap smear adalah metode screening leher rahim atas jaringan-jaringan yang bisa menimbulkan kanker yang dapat dilakukan wanita untuk mencegah kanker serviks. Pap smear terutama perlu dilakukan oleh wanita yang telah aktif berhubungan seksual. Mengutip Hello Sehat (Juni 2019), Anda disarankan melakukan pap smear tanpa tes HPV secara rutin setiap tiga tahun sekali jika berusia 21-30 tahun. Sementara bagi Anda yang berusia lebih dari 30 tahun, Anda disarankan melakukan pap smear setiap lima tahun sekali. Konsultasikan hal ini dengan dokter kandungan Anda.

 

Baca juga: 6 Penyakit Orangtua yang Kini Banyak Diderita Anak Muda

 

Vaksin HPV

 

Langkah selanjutnya untuk mencegah diri Anda terkena kanker serviks ialah dengan melakukan vaksinasi HPV. Jika Anda belum pernah berhubungan seksual, maka Anda boleh langsung mendapatkan vaksin HPV. Sementara jika Anda sudah berhubungan seksual, maka Anda perlu melakukan pap smear terlebih dahulu.

Setelah melakukan pap smear, Anda akan mengetahui apakah tubuh Anda terinfeksi HPV atau tidak. Jika hasilnya normal, maka ini saat yang tepat untuk mencegah diri Anda dari terkena penyakit kanker serviks dengan vaksin HPV. Namun jika hasil pap smear tidak normal, dokter kandungan umumnya akan merekomendasikan Anda untuk melakukan pemeriksaan lanjutan untuk dapat mengambil tindakan yang tepat.

Yang perlu diingat, meskipun vaksin HPV bisa mengurangi risiko kanker serviks, namun vaksin ini tidak menjamin Anda tidak terkena penyakit ini sepenuhnya. Anda tetap perlu menjalani pola hidup sehat dan melakukan pap smear secara rutin. Yang termasuk pola hidup sehat di sini ialah makan makanan bergizi, menghindari makanan yang mengandung karsinogen seperti makanan berpengawet. Pola hidup sehat lainnya ialah dengan tidak bergonta-ganti pasangan.

Namun yang perlu Anda ketahui, tidak semua wanita bisa memperoleh vaksin HPV. Bagi Anda yang sedang hamil atau sakit berat, tidak disarankan untuk menerima vaksin HPV.

 

Jangan merokok

 

Tahukah Anda bahwa wanita yang merokok berisiko lebih tinggi terkena kanker serviks? Karenanya, jika Anda ingin menghindari penyakit ini, ada baiknya berhenti merokok. Racun yang terkandung dalam rokok bersifat oksidatif sehingga bisa memicu sel kanker muncul dna bertambah ganas. Ketika Anda merokok, maka Anda dan orang di sekitar Anda terpapar bahan-bahan kimia penyebab kanker yang bisa merusak paru-paru. Molekul berbahaya yang diserap paru-paru ini kemudian dibawa dalam pembuluh darah ke seluruh tubuh. Wanita perokok nyatanya lebih berisiko terkena kanker serviks ketimbang wanita bukan perokok. Zat-zat inilah yang dapat merusak DNA sel-sel serviks dan menyebabkan pertumbuhan kanker serviks.

 

Lakukan seks aman

 

Kanker serviks banyak dipengaruhi oleh kegiatan seksual. Pasalnya, sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV. Seperti contohnya, melakukan hubungan seksual sebelum usia 18 tahun, berhubungan seks dengan banyak pasangan tanpa kondom, atau berhubungan seksual dengan seseorang yang memiliki banyak pasangan tanpa kondom. Penularan virus ini biasanya terjadi akibat hubungan seksual yang tidak aman. Karenanya, jangan lupa kenakan kondom ketika berhubungan seksual untuk menghindari risiko terkena HPV.

 

Baca juga: 5 Buah Pilihan untuk Cegah Penyakit Kanker

 

Jagalah kebersihan vagina

 

Langkah selanjutnya yang tak kalah penting ialah menjaga kebersihan vagina, terutama saat menstruasi atau sedang mengalami keputihan. Artikel Hello Sehat menyarankan agar Anda membersihkan vagina dengan cairan antiseptik yang mengandung povidone iodine.

 

Jalani diet sehat

 

Menurut Hello Sehat, wanita dengan kelebihan berat badan lebih berisiko terkena adenokarsinoma serviks. Fakta selanjutnya, wanita yang menjalani pola makan atau diet tanpa menyertakan buah-buahan dan sayur-sayuran lebih berisiko terkena kanker serviks. Untuk itu, perhatikan asupan makanan Anda, khususnya sayuran dan buah-buahan.

Mencegah diri Anda dari penyakit kanker serviks sangat penting. Namun, melindungi keuangan Anda dari risiko biaya pengobatan yang mahal akibat kanker serviks dan penyakit kritis lainnya juga tak kalah penting. Seperti Anda ketahui, biaya pengobatan penyakit kritis di Indonesia sangat mahal, bisa mencapai ratusan juta per bulan.

Kini, Anda bisa melindungi diri dari risiko kejatuhan finansial akibat penyakit kritis dengan memiliki Family Proteksi Optima, asuransi penyakit kritis dari Cigna. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap 10 penyakit kritis serta diskon premi hingga 50% bagi anggota keluarga. Anda juga bisa memilih manfaat pengembalian premi sebesar 25% jika tidak melakukan klaim setiap tiga tahun, atau pengembalian premi sebesar 75% di akhir masa asuransi. Karena kesehatan Anda adalah yang utama, mari cegah kanker serviks dan miliki asuransi penyakit kritis, sekarang.