Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Bingung Uang Anda Habis ke Mana? Cari Tahu Cara Melacaknya di Sini

Posted by setyo

Kemajuan teknologi membuat uang yang Anda miliki semakin cepat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Apalagi, keberadaan e-wallet seperti GoPay, OVO atau Dana membuat seseorang semakin mudah bertransaksi elektronik alias semakin mudah untuk membelanjakan uang.

Karenanya, memikirkan cash flow keuangan bulanan Anda merupakan awal yang baik untuk belajar mengatur keuangan. Sebab, banyak orang yang merasa heran kemana uang mereka dihabiskan selama ini. Berikut adalah langkah-langkah melacak pengeluaran bulanan Anda agar terdokumentasi dengan baik.

Untuk urusan itu, cara Anda melakukannya adalah dengan melacak pengeluaran Anda. Mungkin ini terdengar aneh. Namun, tip di bawah ini akan membantu Anda untuk bisa mengerti kemana uang Anda mengalir selama ini. Dan apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat keuangan Anda membaik.

 

1. Buat Anggaran

 

Anda tidak akan dapat melacak pengeluaran tanpa sederet biaya. Karenanya, Anda perlu kehadiran anggaran yang merupakan rencana sistematis terkait penghasilan dan pengeluaran Anda dalam sebulan. 

Anggaran tentu saja tidak mengendalikan Anda. Sebaliknya, Anda lah yang mengendalikannya. Anggaran menjadi panduan dalam memastikan bahwa uang Anda melakukan apa yang Anda perintahkan.

Ada tiga langkah dasar untuk menyiapkan anggaran:

  • Tuliskan penghasilan bulanan Anda.
  • Tuliskan pengeluaran bulanan Anda.
  • Mulailah dengan hal-hal umum, seperti biaya makan, tempat tinggal (sewa atau cicilan rumah), pakaian, transportasi, dan komunikasi (internet dan telepon).

Setelah semua hal di atas tersusun baik, giliran Anda mendaftar pengeluaran lain seperti hiburan, nongkrong atau dining out, biaya layanan streaming, keanggotaan gym, uang tabungan bulanan, dan lainnya.

Jika Anda baru tahu cara membuat anggaran dan tidak yakin harus mulai dari mana, coba lihat persentase anggaran yang direkomendasikan berikut:

  1. Menabung 10%
  2. Sedekah 10%
  3. Makan 10%-15%
  4. Listrik/Air 5%-10%
  5. Tempat tinggal 25%
  6. Transportasi 10%
  7. Kesehatan 5%-10%
  8. Asuransi 10%-25%
  9. Rekreasi 5%-10%
  10. Pengeluaran pribadi 5%-10%
  11. Lain-lain 5%-10%

Pastikan penghasilan dikurangi pengeluaran Anda sama dengan nol. Jika matematika tidak berhasil, Anda perlu menyesuaikan kategori Anda sampai Anda mendapatkan anggaran dengan hasil nol sebagai akhirnya.

 

2. Catat pengeluaran Anda

 

Apabila Anda tidak mengikuti nafsu berbelanja, Anda ibarat hidup di negeri fantasi di mana dompet tidak pernah kosong dan rekening bank tetap terisi penuh. Sayangnya, keadaan itu hampir mustahil. Di dunia nyata, Anda harus mengikuti hasrat membelanjakan uang.

 

Baca Juga: Strategi Hemat Bagi Pekerja untuk Memiliki KPR

 

Untuk mencatat pengeluaran Anda, paling simpel adalah dengan mengumpulkan struk belanja yang Anda miliki (termasuk struk elektronik). Setiap minggunya, Anda tulis semua pengeluaran itu dalam diary yang tersusun rapih. Dari sana, Anda bisa melihat di sektor apa uang Anda habis dibelanjakan. Apakah jangan-jangan, uang Anda habis karena kebiasaan Anda naik ojek online? Hmm…

 

3. Pakai Spreadsheet 

 

Saatnya bicara digital. Ya, kehadiran spreadsheets sangat membantu untuk mengkalkulasi anggaran Anda secara sistematis. Anda pun bisa membuatnya menjadi lebih dinamis dengan membuat chart atau infografik yang memperlihatkan pergerakan uang Anda dari waktu ke waktu. 

Namun, yang menjadi kendala spreadsheets adalah Anda membutuhkan piranti laptop atau komputer. Ini bukan soal Anda memilikinya atau tidak, tetapi keinginan Anda untuk meluangkan waktu mengisi kolom pengeluaran yang telah dibuat setiap hari atau setiap minggunya.

 

4. Gunakan aplikasi gratis

 

Betul kata orang: banyak jalan menuju Roma. Jika Anda malas mengimput anggaran di dalam spreadsheets (yang memang tampilannya tidak menarik pada smartphone), maka solusinya adalah dengan men-download salah satu aplikasi penganggaran gratis di ponsel cerdas Anda.

Dengan aplikasi itu, Anda dapat membuat anggaran dalam hitungan menit dan benar-benar mengubah kehidupan keuangan Anda seketika. Sebab, Anda dengan mudahnya mengakses ponsel sembari memasukkan biaya setiap pengeluaran sesaat setelah itu terjadi. Jangan tinggalkan tempat parkir mal sebelum mencatatnya di aplikasi, meskipun itu hanya Rp 10 ribu saja. Lewat aplikasi, Anda hanya membutuhkan waktu kurang dari semenit untuk setiap transaksi yang Anda lakukan. 

Menariknya, beberapa aplikasi akan memberikan insight terkait anggaran Anda. Apakah anggaran Anda termasuk “sehat” atau tidak. Anda pun akan diberitahu sektor pengeluaran mana yang bisa Anda redam untuk berhemat. Dengan tampilan yang menarik dan mudah dimengerti, keberadaan aplikasi anggaran amat memudahkan Anda.

 

5. Siapkan ruang perubahan

 

Apa maksudnya? Setelah Anda telah melacak pengeluaran bulanan Anda, yang Anda mesti lakukan berikutnya adalah melakukan penyesuaian. Dengan melacak pengeluaran, Anda sebenarnya sedang mencari tahu apa yang sebenarnya merugikan Anda, dan apa saja yang sebenarnya tidak seburuk yang Anda kira.

Jika sudah tahu biaya mana yang bisa diturunkan, Anda juga perlu tahu biaya mana yang seharusnya ditambah. Karena tidak semua pengeluaran itu jelek. Ada pengeluaran yang produktif, yang justru dapat membantu memupuk kekayaan Anda di masa depan. Dan itu adalah asuransi.

 

Baca Juga: Teruntuk Ayah Baru, Ini Tips Mengelola Keuangan Untukmu

 

Ketimbang nantinya uang tabungan Anda habis hanya karena Anda mengalami musibah kecelakaan atau sakit berkepanjangan, lebih baik Anda sudah memiliki asuransi terbaik yang mampu meng-cover pengeluaran tak terduga di masa depan. Dengan cara ini, anggaran yang telah lama Anda susun tak akan morat-marit dalam waktu sehari. 

Cobalah untuk melihat daftar produk asuransi yang cocok dengan situasi Anda saat ini di Cigna Indonesia. Misalnya, jika Anda adalah pasangan suami-isteri baru, Anda bisa bergabung dengan Cigna Family Care. Ini merupakan produk asuransi kesehatan yang dapat melindungi hingga 5 orang tertanggung — atau lima anggota keluarga inti, yakni kepala keluarga, pasangan dan tiga orang anak — di dalam satu polis dengan satu premi. Hanya dengan menyisihkan biaya mulai dari Rp12.000 per hari, Anda bisa menutupi anggaran yang besar jika salah satu keluarga Anda terkena musibah. Baca informasi selanjutnya di sini