Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Benarkah Mikroplastik Telah Lama Masuk Tubuh Manusia?

Posted by setyo

Kita telah menemukan mereka di lautan dan sungai. Di dalam makanan yang kita makan maupun pada air yang kita minum. Lalu, ilmuwan Austria menemukan mikroplastik di dalam diri kita.

Menurut penelitian terbaru dari Austrian Environment Agency dan Universitas Wina, yang menganalisis sampel tinja individu dari delapan negara, termasuk Inggris, menemukan bahwa mikroplastik kini telah berpindah ke bagian paling atas dari rantai makanan.

Meskipun penelitian ini diakui diambil dari ukuran sampel yang kecil, studi yang dipublikasikan itu memberikan bukti bahwa untuk pertama kalinya, mikroplastik terdeteksi ada di dalam tubuh manusia.

 

Baca Juga: Mencegah Wabah Malaria dengan Hidup Bersih

 

Setiap sampel yang diperiksa dalam penelitian ini mengandung mikroplastik. Dalam beberapa kasus, sembilan jenis plastik yang berbeda ditemukan hanya dalam satu sampel. Rata-rata, para peneliti menemukan 20 partikel mikroplastik per 10 gram kotoran manusia.

Mikroplastik dalam tubuh manusia telah lama diyakini keberadaannya oleh para ahli. Ada satu penelitian yang menyebut bahwa orang Eropa menelan sebanyak 11 ribu potongan plastik kecil per tahun. Pertanyaan selanjutnya, apakah partikel-partikel kecil ini -yang menurut definisi harus berukuran kurang dari 5 mm-, sebenarnya telah ada sejak lama namun memang tidak terdokumentasi?

 

Baca Juga: 3 Alasan Mengapa Si Kecil Juga Butuh Asuransi Kesehatan

 

Yang menjadi was-was para peneliti adalah adanya mikroplastik di dalam tubuh manusia disinyalir dapat menyebabkan masalah kesehatan dan kesuburan. Kecanduan manusia terhadap plastik selama ini mengerucut pada awal kehancuran manusia yang benar-benar bisa terjadi.

Para ahli khawatir kehadiran mikroplastik di dalam tubuh dapat merusak sistem kekebalan tubuh, memicu peradangan, dan dapat membantu membawa racun seperti merkuri atau pestisida. Pada mamalia laut seperti ikan paus misalnya, plastik diyakini merusak kesuburan.

Sayangnya, solusi untuk tidak lagi mendayagunakan plastik tidak sesederhana yang dipikirkan. Sebab, setiap kehidupan manusia sudah dijamah oleh plastik. Mereka telah meresap di setiap aspek kehidupan modern manusia.

 

Baca Juga: 5 Cara Hindari Stroke Di Masa Muda

 

Apa yang terjadi di atas memang cukup mencengangkan. Karena itu, penting bagi Anda untuk tetap terproteksi oleh asuransi yang memberikan manfaat kesehatan yang lengkap untuk Anda pribadi ataupun keluarga. Cigna Indonesia terus berkomitmen untuk memberikan produk terbaik demi melindungi Anda dan masa depan. Seperti produk Cigna Premium Health Protection yang dilengkapi dengan fasilitas non tunai (cashless) di lebih dari 800 rumah sakit rekanan di Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand.

Cigna Premium Health Protection juga menyediakan pilihan manfaat perlindungan kesehatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda dan keluarga, mulai dari Rp100 juta hingga - Rp 500 Juta per tahun dengan premi mulai dari Rp 300 ribuan per bulan. Menarik bukan?