Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Banyak Ancaman Penyakit Akibat Banjir, Jangan Lupa Asuransi Kesehatan

Posted by setyo

Sejak akhir tahun lalu, Indonesia memasuki musim hujan. Hampir tiap hari hujan turun begitu deras. Seiring kedatangan musim hujan, berbagai permasalahan khas di musim penghujan pun berdatangan. Yang paling menghebohkan tentu saja kejadian banjir besar yang melanda kawasan Jadetabek di awal tahun 2020 lalu. Banjir terjadi akibat volume hujan sangat besar yang tidak diimbangi dengan daya serap lahan hijau yang memadai. Sedikitnya 60-an orang menjadi korban jiwa akibat kejadian banjir tahun baru itu. Belum lagi kerugian materiil akibat kerusakan aset-aset seperti rumah dan mobil.

Ancaman banjir di musim hujan memang bukan cuma mengancam harta benda yang Anda miliki. Banjir yang melanda juga bisa memicu kemunculan berbagai masalah kesehatan. Beberapa penyakit kerap muncul mengikuti musibah banjir di antaranya diare, leptospirosis, infeksi saluran pernafasan, demam tifoid, demam berdarah, hingga penyakit kulit. Tanpa antisipasi yang memadai, musim penghujan yang seharusnya membawa berkah, bisa-bisa beralih menjadi bencana yang juga berisiko merugikan finansial Anda. 

Pastikan Anda menempuh langkah-langkah berikut ini agar risiko-risiko yang muncul akibat musim hujan dan ancaman banjir dapat terkelola:

 

Baca juga: Cek Komponen Mobil Agar Tak Mogok saat Kehujanan

 

1. Pantau kondisi cuaca sebelum beraktivitas

 

Sebelum pergi beraktivitas, pastikan Anda memantau prakiraan cuaca hari itu. Ini mungkin sepele tapi sebenarnya cukup ampuh membantu Anda agar lebih mampu mengantisipasi kejadian hujan yang deras dan ancaman banjir. Anda dapat memantau prediksi atau prakiraan cuaca melalui media sosial Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang membagikan update cukup cepat. 

Dengan mengetahui prakiraan cuaca hari itu, Anda bisa melakukan antisipasi yang perlu. Misalnya, prediksi cuaca menyebut akan terjadi hujan lebat hari itu. Supaya Anda tidak sampai basah kuyup kehujanan, bawalah perlengkapan yang memadai mulai dari jas hujan, payung, tas plastik untuk melindungi tas atau barang berharga Anda, sepatu boot untuk membantu Anda menerjang genangan banjir, jaket tebal agar badan Anda tetap hangat di tengah cuaca yang dingin, dan lain sebagainya.

Bila memang Anda memiliki opsi untuk melakukan aktivitas atau pekerjaan di rumah, lebih baik memilih remote working sehingga tidak perlu menghadapi ancaman hujan dan banjir di luar rumah.

 

Baca juga: 6 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Banjir

 

2. Lengkapi perlengkapan gawat darurat

 

Hujan bisa turun sewaktu-waktu dan banjir pun sering kali datang tanpa aba-aba. Lakukan antisipasi dengan melengkapi kebutuhan menghadapi kegawatdaruratan. Cara paling mudah adalah dengan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan untuk bertahan hidup ketika mendadak terjadi musibah banjir. Isi tas siaga antara lain:

  1. Pakaian untuk 3 hari termasuk selimut, handuk dan jas hujan.
  2. Air minum untuk kebutuhan 3 hari, makanan ringan dan tahan lama seperti mi instan, biskuit, abon.
  3. Alat bantu penerangan seperti emergency lamp, senter, korek api, lilin.
  4. Uang tunai untuk kebutuhan 3 hari.
  5. Masker untuk mengantisipasi udara berkualitas buruk saat terjadi bencana.
  6. Perlengkapan mandi.
  7. Ponsel dan cadangan baterai atau power bank.
  8. Obat-obatan atau perlengkapan P3K.
  9. Kelengkapan identitas diri mulai dari KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, polis asuransi, surat kendaraan, dan lain sebagainya.

 

3. Amankan dokumen penting dan benda berharga

 

Saat terjadi banjir, air akan menerjang tanpa aba-aba dan bisa langsung memenuhi rumah membasahi semua barang Anda. Tak terkecuali dokumen-dokumen penting dan benda berharga yang Anda simpan di lemari. Supaya tidak sampai terjadi kerusakan apalagi kehilangan dokumen juga benda berharga, amankan jauh-jauh hari.

Untuk dokumen penting seperti ijazah, kartu keluarga, surat nikah, sertifikat rumah, surat kendaraan (BPKB, STNK) dan lain-lain, tempatkan ke dalam satu wadah/map dan sertakan dalam tas siaga bencana Anda. Bila sempat, buatlah cadangan dengan scanning dokumen-dokumen tersebut.

Adapun benda-benda berharga seperti emas, perhiasan, sertifikat deposito dan dokumen berharga lain, sebaiknya Anda memanfaatkan jasa safe deposit di perbankan sehingga keamanannya lebih terjamin.

 

4. Konsumsi makanan bergizi

 

Perubahan cuaca saat musim hujan seperti ini rentan menjatuhkan kondisi tubuh sehingga mudah sakit. Jagalah kesehatan dengan memastikan asupan makanan berkualitas untuk Anda dan keluarga. Konsumsi makanan sehat dan bergizi seperti sayur mayur dan buah-buahan agar daya tahan tubuh Anda terbantu sehingga tidak mudah terserang penyakit khas musim penghujan.

 

Baca juga: Agar Lingkungan Bersih, Yuk Perhatikan Hal Kecil Ini

 

5. Lengkapi asuransi harta benda

 

Musibah banjir bisa menjadi bencana besar bagi keuangan Anda. Kerusakan harta benda akibat terjangan air bisa sangat besar. Supaya risiko kerugian finansial akibat kejadian banjir bisa Anda kelola, jangan lupa melengkapi kebutuhan asuransi keluarga dengan asuransi harta benda yang memadai.

Dengan asuransi harta benda seperti untuk rumah, mobil dan benda-benda lain, Anda bisa membatasi kerugian yang mungkin terjadi. Dengan demikian, ketika terjadi musibah banjir, kerugian finansial yang Anda derita bisa terprediksi dan tak sampai menggoyahkan stabilitas keuangan.

 

6. Miliki asuransi kesehatan

 

Menjaga kesehatan supaya daya tahan tubuh tetap kuat menghadapi ancaman penyakit memang bisa Anda lakukan dengan mengasup makanan bergizi dan menjaga kebersihan badan. Tapi, itu saja tidak cukup. Anda juga perlu menjaga keamanan dan stabilitas keuangan dari risiko-risiko finansial akibat kondisi sakit. Akan terlalu berat bagi keuangan pribadi Anda bila saat terjadi musibah banjir, Anda atau anggota keluarga sampai jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang tak sedikit. 

Itulah mengapa penting bagi Anda memiliki asuransi kesehatan yang memadai sehingga risiko keuangan yang mungkin terjadi akibat kejadian sakit dapat Anda minimalisir. Lengkapi asuransi kesehatan Anda dengan jenis asuransi kesehatan berjenis cashplan atau santunan harian maupun yang berjenis hospital benefit (penggantian biaya medis).

Asuransi kesehatan cashplan membantu Anda mendapatkan pengganti penghasilan yang hilang selama Anda terjatuh sakit dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Sedangkan asuransi kesehatan biaya medis membantu menutup pengeluaran untuk pengobatan sehingga keuangan pribadi tidak perlu terguncang karena Anda sakit. 

Dengan persiapan dan antisipasi yang memadai, kedatangan musim penghujan dan ancaman musibah banjir dapat Anda hadapi dengan lebih tenang. Saatnya bergerak!