Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

5 Alasan Fresh Graduate Tetap Jadi 'Sobat Misqueen' Walau Sudah Bekerja

Posted by setyo

Mendapatkan pekerjaan pertama, seharusnya berarti bahwa Anda bukan lagi disebut sobat misqueen. Sayangnya, kebiasaan buruk banyak lulusan baru malah menjadikan mereka lebih buruk daripada saat mereka menganggur.

Seringnya, ketika fresh graduate mulai bekerja dan menerima gaji tetap, Anda mungkin merasa seperti ingin membayar segala kerja keras. Dengan kemampuan membeli yang lebih besar ketimbang saat mahasiswa dulu, Anda mungkin secara tidak sadar membelanjakan uang lebih dari yang Anda mampu.

Oleh sebab itu, pahami 5 kesalahan yang harus dihindari bagi para lulusan baru agar tidak menjalani kehidupan penuh dengan penyesalan kelak.

 

1. Gaji baru, pengeluaran baru

 

Seorang fresh graduate atau lulusan baru yang mulai bekerja pertama kali akan dibayangi oleh perasaan memiliki gaji pertama. Pada awalnya, gaji pertama memang terasa tinggi. Apalagi bagi Anda yang dulunya bekerja paruh waktu dengan upah yang dibayar per jam. Sehingga, tidak mengherankan apabila banyak lulusan baru terburu-buru untuk meningkatkan pengeluaran bulanan mereka saat mereka memperoleh pekerjaan pertama.

Beberapa pengeluaran yang cukup tergesa-gesa adalah biaya keanggotaan gym, berlangganan paket layanan on-demand selama setahun seperti Netflix atau Spotify, dan yang paling sering adalah membeli gadget terbaru. Sebagian besar pengeluaran itu dibayar dengan cara utang kartu kredit.

 

Baca Juga: Bingung Mulai Dari Mana? Baca Tips Menabung Ini

 

Suatu hari, Anda akan menyadari bahwa orang-orang mencoba untuk meminimalisir kewajiban utang mereka dalam upaya terbebas dari tunjakan finansial. Jadi, jika harus berbelanja, jangan sekaligus. Pilih mana yang bisa dilakukan di bulan pertama, dan mana untuk bulan-bulan selanjutnya.

 

2. Menunda investasi nanti dan nanti

 

Jika Anda berpenghasilan cukup untuk menghemat uang setiap bulan, sekarang saatnya untuk mulai berpikir tentang investasi. Banyak lulusan baru benar-benar tidak mengerti tentang hal ini. Bahkan, ketidaktahuan ini bakal merugikan mereka dalam jangka panjang karena tabungan mereka sejatinya akan terkikis oleh inflasi.

Di sisi lain, lulusan baru yang benar-benar belajar cara berinvestasi, memiliki waktu yang cukup panjang untuk melihat tabungan mereka tumbuh pesat selama beberapa dekade mendatang. 

Pesan terbaik adalah jangan menunggu Anda tua untuk belajar cara berinvestasi. Waktu terbaik untuk memulai semuanya adalah adalah saat ini.

 

3. Membayar minimum utang

 

Banyak sekali lulusan baru tidak memahami prinsip kartu kredit yang menawarkan konsep bunga berbunga. Ketika mereka memperoleh akses kartu kredit, banyak dari mereka membayar tagihan bulanan dengan membayar minimum. Alasannya, mereka bisa memiliki cukup uang untuk dibelanjakan lagi. Tentu saja, dengan cara berutang. Duh.

Dengan prinsip seperti ini, Anda akan terus terlilit utang dalam jangka panjang yang membuat Anda membayarnya dalam waktu lebih lama dari semestinya. Dengan membayar lebih lama, otomatis Anda juga membayar lebih banyak bunga secara keseluruhan.

Jika Anda ingin merasakan masa-masa muda tanpa terbebani dengan kewajiban membayar utang, maka ide terbaik adalah selalu melunasi setiap pinjaman kartu kredit yang Anda gunakan setiap bulan.

 

4. Jarang berhemat 

 

Tentu, You Only Live Once (YOLO) menjadi moto banyak anak mudah saat ini. Jika salah mengartikan, YOLO bisa memotivasi lulusan baru untuk memiliki tas branded sebelum waktunya.

Hal inilah yang membuat kawula muda kerap berpikir bahwa menabung itu sulit dilakukan. Mereka tidak tahu seberapa sulitnya kehidupan itu bila mereka bertambah tua. Sebab, semakin menumpuk kewajiban dan tanggung jawab di masa depan. 

 

Baca Juga: Niatnya Hemat, Loh Kok Boros? Ini 6 Penyebabnya

 

Waktu terbaik untuk menabung sebenarnya sekarang. Simpan dan investasikan uang Anda sekarang dan Anda akan memiliki pikiran tenang ketika tumbuh dewasa. Selain itu, berusaha untuk mendapat pekerjaan yang baik karena Anda harus menabung lebih banyak untuk masa pensiun kelak. Jika Anda berinvestasi pada usia menjelang 40 tahun, investasi itu tidak akan memiliki banyak waktu untuk tumbuh sesuai harapan.

Salah satu cara mudah adalah dengan mengkategorikan tabungan Anda. Buka akun terpisah untuk ditabung, dan kemudian secara otomatis transfer sejumlah uang yang ditetapkan setiap bulan dari akun utama Anda ke akun tersebut. Hubungi bank Anda jika Anda tidak tahu bagaimana cara itu bisa dilakukan.

Juga, sisihkan sedikit untuk membeli asuransi yang membantu Anda untuk hidup lebih tenang di masa depan. Pilih asuransi yang mudah mengajukan klaim. Seperti asuransi Cigna Proteksi Sehat Optima dimana Anda dapat menikmati fitur pengembalian premi setiap 3 (tiga) tahun sebesar 50% dari total premi yang telah Anda bayarkan, baik terjadi klaim maupun tidak. Proses klaim pun lebih mudah karena produk ini memiliki layanan kartu cashless yang dapat Anda gunakan di seluruh jaringan Rumah Sakit rekanan AdMedika.

 

5. Berbelanja setiap kali gaji masuk

 

Gaji pertama terasa sangat luar biasa ketika Anda lulusan baru. Percayalah, dalam beberapa tahun Anda mungkin akan menggerutu setiap kali gaji Anda masuk ke rekening. Jangan sampai Anda termasuk golongan yang sering mencuit “Gaji numpang lewat doang”.

 

Baca Juga: Mengapa Generasi Muda Rentan Stres?

 

Memang, gaji pertama kali bekerja bisa terasa luar biasa, sehingga menginspirasi Anda untuk menghabiskan semua itu untuk makan-makan enak dan pergi traveling. Ada pula yang gemar mentransformasi gajinya menjadi pakaian dan sepatu baru senilai jutaan rupiah. Meskipun tidak ada larangan untuk tidak berbelanja, yang perlu diilhami adalah menerima gaji bulan alasan untuk berbelanja secara royal.