Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Ini Alasan Banyak Orang Enggan Membeli Asuransi Jiwa

Posted by setyo

Tak kenal maka tak sayang. Nasihat orang zaman dulu ini rasanya masih pas untuk menggambarkan rendahnya minat masyarakat kita untuk memiliki asuransi jiwa. Karena tidak kenal, atau dalam bahasa finansial disebut dengan tingkat literasi keuangan yang rendah, maka pasar asuransi di Indonesia masih kecil. Tahun 2018 lalu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat, dari total penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta jiwa, baru 6,6% saja yang sudah memiliki asuransi jiwa. Sementara sebagian besar masyarakat, atau sekitar 93,4%, belum memiliki asuransi jiwa.

Padahal, setiap orang berpotensi menghadapi risiko yang tidak menyenangkan, seperti jatuh sakit, wafat, atau mengalami kecelakaan. Yang tidak diketahui adalah, kapan risiko itu akan datang. Nah, asuransi bertujuan mencegah Anda mengalami kerugian finansial yang besar akibat terjadi risiko tersebut. Ketidakpahaman akan konsep inilah yang menjadi penyebab utama mengapa banyak orang enggan berasuransi. Selain itu, ada beberapa alasan lainnya, yaitu:

 

1. Menganggap membeli asuransi jiwa hanya membuang uang

 

Orang yang percaya dengan anggapan ini memandang manfaat yang akan diperoleh dengan membeli asuransi tidak sebanding dengan premi yang harus mereka bayar setiap bulan atau setiap tahun. Alasan ini bisa dibilang cara pandang yang keliru. Alasannya, asuransi merupakan produk proteksi yang akan memberi manfaat jika terjadi risiko. Jadi, memang ada kemungkinan Anda tidak mendapat manfaat yang sebanding dengan premi, jika risiko yang diproteksi tidak terjadi. Akan tetapi, Anda boleh jadi akan menanggung kerugian yang sangat besar di saat risiko terjadi jika tidak memiliki proteksi.

 

Baca juga: Kenali Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Cashless vs Reimbursement

 

2. Menganggap belum perlu membeli asuransi jiwa

 

Alasan ini biasanya datang dari mereka yang berusia di bawah 40 tahun. Kebanyakan orang di usia tersebut memang masih sehat walafiat. Namun, menunda pembelian asuransi dengan alasan ini juga tidak tepat. Mengapa? Karena, tidak ada seorangpun yang bisa menebak apa jenis risiko yang akan dihadapi dan kapan risiko itu bakal terwujud. Selain itu, menunda memiliki asuransi hanya akan membuat premi yang harus dibayar di kemudian hari lebih besar. Karena, semakin tua usia seseorang mengikuti asuransi, semakin besar risiko kematian dan sakit yang akan dihadapi.

Belum lagi jika seseorang yang belum memiliki asuransi jiwa atau asuransi kesehatan, lalu tiba-tiba terdeteksi penyakit kritis. Dalam kondisi seperti ini, sudah terlambat bagi seseorang tersebut untuk memiliki proteksi.

Karena asuransi pada prinsipnya bersifat seperti payung yang disiapkan sebelum risiko datang. Salah satu asuransi jiwa yang layak Anda pertimbangkan sebelum terlambat ialah Cigna Exclusive Protection Plus, asuransi jiwa berjangka yang memberikan manfaat pengembalian premi hingga 160%. Dengan premi mulai dari Rp7.000 per hari, Anda bisa memperoleh uang pertanggungan hingga Rp20 miliar.

 

Baca juga: Apa yang akan Terjadi jika Mengajukan Asuransi Kesehatan saat Sudah Memiliki Penyakit?

 

3. Enggan dengan proses pendaftaran asuransi

 

Ada juga yang enggan membeli asuransi dengan alasan tidak mau berurusan dengan proses pendaftaran kepesertaan yang rumit. Mereka tidak suka mengisi formulir permohonan dan membaca berbagai ketentuan yang tercantum dalam brosur dan polis asuransi. Keengganan semacam ini seharusnya sudah tidak ada lagi di masa sekarang. Karena kini, Anda sudah bisa membeli asuransi secara online sehingga tidak perlu bertatap muka dengan agen.

 

Baca juga: Cegah Kanker Payudara Dengan Pilihan Buah Ini

 

4. Menghindari proses klaim yang ribet

 

Ini juga alasan yang populer untuk menunda pembelian asuransi. Tapi sebetulnya, Anda bisa meminimalisir alasan ini ketika hendak membeli asuransi dengan cara memilih produk yang tidak ribet dalam proses klaim. Untuk menghindari penolakan ketika mengajukan klaim di kemudian hari, baca polis dengan teliti, terutama pada bagian pengecualian dan syarat perlindungan. Jika Anda kurang paham tentang hal tersebut, Anda selalu bisa bertanya langsung ke tenaga penjual atau agen.

Selain itu, tak ada salahnya untuk mempertimbangkan asuransi yang menyediakan proses klaim yang mudah. Cigna termasuk asuransi dengan proses klaim yang mudah karena menyediakan Cigna Speedy Claim, yakni layanan yang memungkinkan nasabah menerima penggantian biaya rawat inap dalam 24 jam.

Ada banyak alasan yang membuat seseorang enggan memiliki asuransi jiwa. Namun, melindungi diri dengan asuransi jiwa adalah pilihan yang bijak untuk mencegah keluarga Anda mengalami kerugian yang lebih besar akibat kematian pencari nafkah.