Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

7 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan Saat New Normal

Posted by setyo

Ketika banyak orang tengah menunggu masa new normal diberlakukan, semakin memberikan wawasan bahwa dunia tidak akan lagi sama ketika COVID-19 berlalu.

Apa efek jangka panjang COVID-19 pada cara kita bekerja, dan bagaimana para tim SDM perusahaan mempersiapkan diri untuk new normal ini? 

Mungkin sebagian dari kita akhirnya terbiasa dengan kerja jarak jauh atau biasa disebut remote working. Sebagian dari kita turut merasa bahwa remote working bukan lagi sebagai beban.

 

Baca juga: Saatnya Kembali Ke Kantor, Ikuti Tips Aman Di Kendaraan Umum Berikut

 

Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengungkapkan bahwa hampir setengah dari karyawan yang diinterview berharap untuk tetap memperoleh fleksibilitas yang ia dapat saat Work From Home (WFH). Artinya, ketika pembatasan sosial telah berakhir atau pandemi telah berlalu, mereka justru menginginkan agar remote working selalu ada.

Alasannya cukup beragam. Ada yang beranggapan bahwa pekerjaan jarak jauh berhasil memberikan mereka keleluasaan dalam bekerja. Produktivitas pun dianggap meningkat karena mereka tidak perlu menghabiskan waktu di jalan dengan kemacetan. Ada pula yang mengatakan bahwa mereka justru mampu menghemat lebih banyak uang ketika di rumah.

Apapun alasannya, ada satu fenomena baru yang perlu diperhatikan oleh pelaku bisnis saat ini. Mereka harus menggeser strategi dan menjadikan kerja jarak jauh sebagai new normal. Pandemi membuat tatanan hidup manusia telah berubah. Di dunia kerja, pandemi berhasil menciptakan adaptasi, fleksibilitas, dan cara komunikasi serta berkolaborasi yang baru.

Bagi sebagian orang, kondisi ini adalah berkah, namun sebagian juga bilang ini tantangan. Bahkan perusahaan yang terbiasa menerapkan pekerjaan jarak jauh sebelum adanya coronavirus, juga harus memikirkan ulang tentang cara mereka dalam membangun tim. Tantangan terbesar bagi pekerjaan jarak jauh saat ini adalah menciptakan budaya tim yang membuat orang tetap berkomunikasi efektif dan produktif. 

Jika Anda bertanggung jawab dalam urusan personalia atau SDM di kantor, berikut 3 hal yang perlu Anda persiapkan dalam membuat protokol menuju masa new normal.   

 

1) Tetap jaga jarak

 

Ini adalah perhatian utama. Dengan virus yang cepat menular dari satu orang ke orang lain, perusahaan harus memastikan agar karyawan tetap bisa bekerja secara aman. Di sini, Anda memerlukan waktu untuk mengatur area kerja demi memberikan kepastian jarak antara satu orang dengan orang lain.

Perusahaan properti Cushman & Wakefield menyarankan agar kursi harus berjarak setidaknya 6 kaki. Buat batasan di area dimana kerumunan kerap terjadi, misalnya di toilet atau dapur. Selain itu, mesin absen dengan finger print dinonaktifkan sementara, dan diganti dengan absen secara online.

 

2) Berikan Edukasi

 

Walaupun informasi tentang COVID-19 menjadi santapan setiap hari, bukan berarti Anda luput untuk menginformasikannya. Edukasi bertujuan bukan hanya memberikan informasi yang relevan, melainkan juga cara Anda menyambut karyawan kembali.

Langkah edukasi paling mudah adalah dengan membuat poster berisi informasi penting terkait COVID-19. Poster ditempel di lokasi yang dilalui banyak orang, seperti lift, lobi kantor, pintu masuk, ruang meeting, dan sebagainya. Anda bisa mengambil informasinya secara gratis di situs Kementerian Kesehatan.

Selain poster, stiker penanda jalan juga diperlukan. Ini digunakan untuk mengatur perpindahan orang di kantor Anda, dengan membuat alur mobilisasi layaknya kendaraan di jalan raya. Misalnya, jika dulu orang bebas berjalan kemanapun, mungkin saat new normal, mereka harus memutari kantor untuk bisa menuju pantry. Ajak juga karyawan untuk selalu membersihkan meja mereka setiap kali meninggalkannya.

 

3) Manfaatkan teknologi

 

Memanfaatkan teknologi juga bisa untuk memastikan pembatasan sosial berjalan di kantor Anda. Jika Anda khawatir karyawan sulit menjaga jarak 6 kaki (sekitar atau 1,5 atau 2 meter) saat bekerja, Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi agar memastikan mereka tetap jaga jarak.

Ada startup asal Kanada, bernama Proxxi, yang menghadirkan perangkat teknologi yang bisa dipakai untuk memastikan pembatasan sosial benar-benar berjalan di kantor Anda. Startup itu membuat gelang yang dipakai karyawan di tangannya. Gelang itu akan memberikan getaran ketika pemakainya berada kurang dari 6 kaki dari perangkat lain.

 

Baca juga: Tetap Mencari Pekerjaan Saat Pandemi, Mengapa Tidak?

 

Teknologi semacam itu mengingatkan pekerja untuk terbiasa melakukan pembatasan sosial secara mandiri, tanpa terkesan memberikan tekanan. Jika kontak fisik antar karyawan terjadi, perangkat ini akan menyimpan data. Sehingga, jika ada karyawan yang terjangkit virus, lebih mudah untuk melacak dengan siapa saja orang itu berinteraksi selama ini.

Di Uni Emirat Arab, sebuah perusahaan pengelolaan limbah menciptakan aturan "Don't touch anything. Lewat teknologi, karyawan “dipaksa” untuk tidak menyentuh bagian mana pun dari kantor. Lift bisa menggunakan sensor suara, pintu kantor terbuka otomatis melalui sensor gerak dan deteksi wajah. Dari memesan kopi, meredupkan lampu hingga menyesuaikan suhu AC, semuanya bisa dilakukan melalui smartphone masing-masing karyawan.

 

4) Atur jam istirahat 

 

Ingatlah bahwa aturan social distancing harus diikuti selama istirahat jam makan siang. Namun, bagaimana Anda bisa memastikannya? Lear Group, perusahaan pemasok suku cadang otomotif asal Michigan, AS, memberikan rekomendasi yang tertuang dalam buku protokan new normal mereka tentang cara beroperasi di tempat kerja pasca COVID-19..

Salah satu rekomendasi tentang makan siang adalah dengan meminta setengah karyawan untuk makan di kendaraan pribadi atau makan di ruang terbuka hijau. Rekomendasi lainnya adalah dengan menuliskan “Jangan dekat-dekat” di belakang kursi sebagai pengingat agar karyawan tidak duduk terlalu dekat satu sama lain.

 

5) Ventilasi

 

Lebih mudah bagi kuman untuk menyebar di tempat-tempat yang tidak berventilasi baik. Itulah sebabnya memastikan ventilasi yang baik harus menjadi salah satu hal pertama yang harus dilakukan sebelum Anda membiarkan karyawan Anda memasuki tempat kerja lagi.

Anda bisa meningkatkan ventilasi di open space dengan menyesuaikan AC. Buka jendela jika memungkinkan atau pasang filter udara dan ganti yang lama.

 

6) Sanitasi dan desinfeksi

 

Sebagai pemberi kerja, Anda memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa karyawan Anda dapat bekerja di lingkungan yang aman. Sediakan tisu dan produk pembersih sehingga karyawan dapat membersihkan meja mereka sebelum dan setelah menyelesaikan pekerjaan.

Wajib menyediakan antiseptik tangan, sabun, dan fasilitas kebersihan. Pasang pengunguman yang mengingatkan karyawan tentang jadwal desinfeksi ruangan dan panduan mencuci tangan yang baik dan benar.

 

7) Rapid test

 

Last but not least, tes cepat atau rapid test harus menjadi syarat mutlak karyawan sebelum masuk kantor. Biasanya, kantor telah menunjuk rumah sakit tertentu untuk melakukan rapid test karyawannya. Ada pula karyawan melakukannya secara mandiri, namun biaya bisa di-reimburse. 

Nah, di sini Anda memberikan informasi prosedur rapid test kepada karyawan. Cigna Indonesia sendiri juga mencakup klaim atas penyakit menular seperti COVID-19 dan kondisi-kondisi medis lain yang tertera di dalam Polis, misalnya Anda pemegang polis Cigna Proteksi Sehat Optima.

 

Baca juga: [Infografis] Keputusan Finansial Penting Yang Harus Jadi ‘New Normal’

 

Tes COVID-19 sebenarnya tidak disarankan bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala (demam, batuk, dan napas pendek). Karena itu, bagi yang sehat, Cigna tidak menanggung biaya rapid test. Namun, seluruh biaya pengobatan COVID-19 saat ini masih ditanggung pemerintah. Jika tidak ditanggung, Cigna akan menjamin perawatan medis yang dibutuhkan atas rujukan resmi ahli medis.

Jadi, apakah Anda siap untuk menyambut rekan kerja di kantor? Apakah sederet aturan baru tersebut benar-benar bisa terlaksana dengan baik? entahlah, yang jelas selalu optimistis dan selamat menjalankan new normal!