Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Tak Perlu Stres, 10 Tips Ini Buat Keuangan Anda Stabil Selama Pandemi

Posted by setyo

Memang sulit untuk tetap merasa enjoy menikmati serial di Netflix ketika Anda masih merasa khawatir bisa membayar tagihan tepat waktu. Di kala perlambatan ekonomi yang terjadi dampak virus COVID-19, banyak orang sedang menghadapi tantangan keuangan. Terlebih gelombang pemecatan masih terus berlanjut.  

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia di kuartal I-2020 hanya tumbuh 2,97%. Angka pertumbuhan itu turun jauh jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi di kuartal sebelumnya 4,97%.

Ketika pemerintah telah mengambil berbagai langkah kebijakan finansial dengan menggelontorkan triliunan rupiah dalam upaya mendorong ekonomi nasional, kini saatnya Anda melakukan hal serupa di level individu. Anda bukan disuruh untuk menghabiskan uang sebanyak-banyaknya. Sebaliknya, Anda ditantang untuk menghemat keuangan sebesar-besarnya. 

Dengan ketidakpastian kapan virus ini bakal berakhir, penting bagi Anda untuk lebih cermat dalam mengatur keuangan. Lantas, apa saja pertimbangan keuangan yang harus dipikirkan demi terhindar dari stres terus-menerus?

 

1. Catat pengeluaran Anda

 

Ini adalah rumus sederhana, namun cukup memberikan dampak. Tuliskan daftar semua keuangan tentang diri Anda. Dari aset yang Anda miliki, utang yang masih berlanjut, harta yang Anda peroleh, hingga uang yang Anda belanjakan. Ini adalah titik awal untuk mencari tahu seperti apa bentuk keuangan Anda.

 

2. Mulai tambah tabungan

 

Setiap orang yang paham prinsip keuangan, mereka akan memiliki dana darurat. Biasanya, dana darurat diparkirkan di instrumen dengan risiko rendah namun memiliki yield yang stabil, seperti deposito atau reksadana berjangka. 

Jika Anda baru mulai menabung, jangan khawatir. Jika biasanya seseorang menyisihkan 30% dari pendapatannya untuk ditabung, Anda bisa memperbesar porsinya hingga 50%. Seiring waktu, jumlah tabungan ini akan setara dengan biaya hidup Anda untuk 3-6 bulan.

 

3. Bayar semua utang berbunga tinggi

 

Jika Anda memiliki utang dengan tingkat bunga di atas 10%, bayarlah secepatnya. Utang semacam ini sangat menguras keuangan dan membuat agenda menabung Anda caruk-maruk. Sebisa mungking, uang cash yang Anda miliki dipakai untuk membayar utang. Setelah itu, jika Anda memiliki pinjaman dengan suku bunga di atas 5%, Anda bisa membagi porsi utang dan menabung sebanyak 50:50.


4. Perhatikan tagihan Anda


Ini yang kadang luput dari perhatian banyak orang. Ketika orang bekerja di rumah, otomatis pengeluaran transportasi akan berkurang. Namun, kok, pengeluaran terasa sama saja. Bahkan lebih? Ini bisa jadi faktor terbesarnya berada di biaya tagihan.

Selama bekerja di rumah, Anda akan mulai berlangganan internet (atau bahkan menambah paket internet). AC dan alat elektronik yang sering menyala, membuat daya listrik meningkat, mengakibatkan tagihan listrik Anda pun terkerek naik.

Nah, yang bisa Anda lakukan untuk menghemat keuangan adalah berhenti berlangganan untuk produk-produk yang tidak Anda gunakan. Buat apa berlangganan dua penyedia layanan film streaming jika waktu yang Anda punya hanya bisa menonton satu film per pekan? 

Begitupun dengan paket premium aplikasi digital lain, semisal aplikasi musik, game, hingga kencan. Di masa seperti ini, jika bisa gratis, mengapa harus bayar?

 

6. Hapus godaan

 

"Aku bisa menahan apapun kecuali godaan," kata Oscar Wilde, pujangga Irlandia. Jika Anda merasa sulit untuk mengatakan tidak pada Flash Sale di e-commerce favoritmu, maka sudah waktunya untuk menonaktifkan notifikasi pesan maupun e-mail untuk aplikasi-aplikasi semacam itu. Buka situs web unroll.me dan Anda bisa berhenti berlangganan untuk semua email pemasaran yang Anda dapat.


7. Jangan sering lapar mata

 

Ada dorongan untuk mendukung bisnis lokal dengan membeli makanan dari teman-temanmu yang tiba-tiba berjualan di Instagram. Pada prinsipnya, itu adalah ide bagus, tetapi jangan sampai mengorbankan kesejahteraan keuangan Anda. Jadikan petualangan kuliner Anda sebagai suguhan sekali seminggu.

Sebaiknya, Anda bisa jauh lebih hemat dengan memasak di rumah. Eits, jika mereka bisa menjual resep masakan mereka ke Anda, mengapa juga sebaliknya. Anda pun bisa mencoba menjual hasil kreasi masakan Anda ke teman-teman.

 

8. Gunakan aplikasi olahraga gratis

 

Tetap sehat selama periode karantina ini sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental Anda. Berita baiknya adalah tetap bugar tidak harus mahal. Ada banyak pilihan aplikasi gratis untuk membantu Anda bugar di rumah, antara lain Nike Training Club, Asana, Aaptiv, dan MyTraining.

 

9. Tingkatkan skill

 

Gunakan waktu Anda untuk mempelajari keterampilan baru. Saat ini, online class dan webinar bagaikan santapan harian. Cari webinar gratis sesuai minat Anda. Atau, jikalau berbayar, harganya masih terjangkau. Jika Anda ingin ikut kelas online dari luar negeri untuk “mempercantik” profil Linkedin Anda, coba ambil 500 kursus gratis dari IVY League University atau delapan universitas ternama di Amerika Serikat. 

 

10. Persiapkan asuransi

 

COVID-19 telah memberikan sinyal bahwa kesehatan menjadi begitu penting saat ini. Jika pandemi ini terus berlanjut, bayangkan berapa banyak total biaya yang dihabiskan untuk kesehatan. Jika seseorang tidak memiliki asuransi, mereka akan menghabiskan uang yang relatif lebih besar untuk kesehatannya.

Karenanya, asuransi mampu menanggulangi risiko tersebut. Sebab, prinsip asuransi adalah membayar jumlah uang yang relatif kecil untuk memperoleh manfaat dengan jumlah besar.

Pada produk Cigna Proteksi Sehat misalnya, Anda hanya membayar mulai dari Rp 4000 per hari, namun memperoleh manfaat harian rawat inap mulai dari Rp300.000 hingga Rp1.500.000. Anda juga memperoleh manfaat pembedahan mulai dari Rp3.000.000 hingga Rp15.000.000 per kejadian.

Jika Anda mengikuti tips di atas, setidaknya Anda satu langkah lebih depan untuk menghindari stres akibat kemerosotan keuangan yang mungkin saja terjadi di kemudian hari.